Home ::: Headline ::: Alexis Resmi DITUTUP, Pintu Maksiat Lain Masih TERBUKA Lebar!

Alexis Resmi DITUTUP, Pintu Maksiat Lain Masih TERBUKA Lebar!

Akhirnya salah satu janji Anies-Sandi untuk menutup Alexis jika terpilih jadi Gubernur dan wakil Gubernur sudah ditepati.

Janji tersebut salah satunya yaitu terkeit dengan penutupan hotel Alexis yang keberadaanya menuai kontroversi.

Kalau saya baca dari pemberitaan media, misalnya di detik.com [30/10/2017], dalam pemberitaan tersebut diberitakan sebagai berikut,

Pemprov DKI menolak daftar ulang tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Penolakan itu tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8.

Surat tersebut merupakan tanggapan atas surat dari Alexis dengan Nomor 026B/GAH/X/17 yang dikirim sehari sebelumnya atau pada 26 Oktober. Dalam surat itu, Alexis menanyakan alasan daftar ulangnya belum diproses. Pihak Alexis juga menyebut selama ini daftar ulang yang mereka ajukan setiap tahun selalu keluar.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan surat penolakan daftar ulang TDUP Alexis sudah dikeluarkan sejak Jumat (27/10) lalu. Dengan ditolaknya TDUP oleh Pemprov DKI, kata Anies, kegiatan bisnis yang ada di Alexis menjadi ilegal.

“Otomatis, maka tidak punya izin lagi kemudian. Kan sudah habis, kemudian dengan begitu, tidak ada izin lagi, otomatis kegiatan di situ bukan kegiatan legal lagi. Kegiatan legal adalah kegiatan yang mendapatkan izin, tanpa izin, maka semua kegiatan di situ bukan kegiatan legal,” kata Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Dari pemberitaan tersebut, saya masih memiliki beberapa pertanyaan, misalnya;

Bagaimana dengan kelanjutan hotel Alexis tersebut? apakah benar-benar tutup dan memang tidak boleh beroperasi untuk selamanya?

Atau nantinya akan diizinkan beroperasi kembali jika Alexis mau menghilangkan aktivitas yang berbau maksiat yaitu terkait dengan Griya Pijatnya?

Pertanyaan saya lain misalnya, kalau tutup, bagaimana nasib karyawan, dan juga gedung Alexis tersebut? Mau dijadikan apa?

Namun dari banyaknya pertanyaan tersebut, yang menurut saya jauh lebih penting adalah,

Apakah dengan ditutupnya Alexis, lantas ada jaminan pintu maksiat itu ikut berhenti?

Mungkin anda akan menjawab, tentu tidak, dan yang pasti, setidaknya dengan ditutupnya Alexis, maka aktivitas maksiat di Alexis berhenti.

Adanya tuntutan ditutupnya Alexis, setidaknya kita masih bersyukur jika ada banyak pihak yang masih peduli dan ingin supaya di sekitar kita tidak ada lokasi tempat untuk bermaksiat seperti Alexis.

Namun pertanyaan selanjutnya, Benarkah kita akan konsisten dengan sikap tersebut?, yaitu sikap bahwa kita akan menolak dan mendukung bahwa setiap ada lokasi atau upaya yang itu bisa membuka peluang untuk bermaksiat seperti Alexis, maka harus kita tutup?

Bukankah lokasi-lokasi di Jakarta, bahkan di daerah-daerah, hampir selalu lokasi-lokasi yang secara terang-terangan memang dikenal sebagai lokasi untuk maksiat?

Belum lagi kalau kita bicara maksiat, apakah kita bisa menjamin bahwa kita benar-benar bisa menjadi orang yang konsisten untuk tidak memberikan peluang dan kesempatan untuk adanya aktivitas maksiat?

Padahal sederhananya begini,

Misalnya saja kita sebagai orang tua, kemudian membiarkan anak perempuan kita yang masih remaja dan belum menikah, kemudian dijemput oleh pacarnya keluar berduaan, apakah itu tidak diartikan sebagai orang tua tersebut sudah mengizinkan anak mereka bermaksiat dengan pacarnya?

Bahkan kalau kita melihat banyak kasus saat ini, mulai dari pelajar, remaja, hingga mahasiswa, bahkan mereka yang sudah berumah tangga, yang masih tetap berani melakukan maksiat dan zina di banyak lokasi yang bisa dilakukan di berbagai tempat lainya?

Kasus terbaru tentang adanya video porrnno yang dilakukan mahasiswi membuktikan bahwa ternyata pintu maksiat [selain Alexis] terlalu banyak jumlahnya?

Saya sendiri memang sangat setuju jika Alexis itu dan lokasi sejenisnya, wajib ditutup untuk mengurangi tempat maksiat yang begitu nyata ada di sekitar kita.

Namun diluar itu, jauh lebih penting lagi adalah, marilah kita menjaga diri kita dan keluarga kita serta lingkungan kita untuk bisa menjaga dan memastikan bahwa kita menutup pintu maksiat itu dari hati dan diri pribadi kita masing-masing.

Karena kalau menurut saya, walau Alexis ditutup sekalipun, kalau dasarnya memang ingin terus bermaksiat, maka tempat dan lokasi yang bisa dijadikan maksiat dan berzina, tidak hanya Alexis!

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

8 Alasan Kuliah Tidak Penting Versi Deddy Corbuzier!

Untuk kesekian kalinya Deddy Corbuzier mengeluarkan pernyataan yang asti akan dianggap kontroversial melalui channelsnya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*