Home ::: Ekonomi ::: Begitu Miskinnya, Warga Negara Disini Harus Makan Kue dari Lumpur

Begitu Miskinnya, Warga Negara Disini Harus Makan Kue dari Lumpur

Begitu Miskinnya, Warga Negara Disini Harus Makan Kue dari Lumpur.

Personal BLOG | Jika kita masih belum bisa bersyukur, mungkin dengan membaca kisah dan nasib orang-orang miskin di Haiti ini bisa menjadikan kita untuk jauh lebih bersyukur.

Di perkampungan sekumuh apa pun di Indonesia, warganya masih berupaya mendapatkan sepiring nasi untuk makan siang.

Sebagaimana dikutip dari tribunnews.com, Sabtu (8/8/2015), namun di Haiti, kemiskinan sudah tidak bisa dilukiskan lagi.

Di Cite Soleil, kawasan terkumuh Port-au-Prince, ibukota Haiti, sebutir nasi pun tidak bisa lagi didapatkan.

Lalu apa yang mereka gunakan untuk mengganjal perut lapar? Kue tanah kering.

Charlene, remaja 16 tahun tidak punya pilihan lain untuk mengusir lapar bayinya yang baru berumur sebulan.

Satu-satunya pilihan hanya lumpur berwarna kuning khas dataran tinggi Haiti.

Sebenarnya lumpur itu sudah dikenal lama di Haiti sebagai obat nyeri lambung dan sumber kalsium bagi ibu hamil dan anak-anak.

Namun bagi warga di kawasan semacam Cite Soleil, tempat Charlene berbagi rumah dua kamar dengan bayi, lima saudara kandung dan dua orangtua pengangguran, kue yang terbuat dari lumpur dicampur garam dan sayuran itu menjadi makanan pokok harian.

“Ketika ibu saya tidak memasak apa pun, saya harus memakannya tiga kali sehari,” kata Charlene.

Bayi yang diberi nama Woodson, terbaring diam di pangkuannya.

Bayi itu terlihat lebih kurus ketimbang waktu dilahirkan, yaitu 3 kg.

Meski menyukai kue yang berasa asin itu, Charlene mengaku sakit perut ketika harus tiap hari menyantap kue itu.

“Ketika saya menyusui pun, bayi ini kadang-kadang tampak mulas juga,” tuturnya.

Menurut kabar, pulau-pulau kecil di sekitar Haiti sampai sekarang masih mempunyai kebiasan makan kue lumpur agar bisa bertahan hidup.

Mereka membuat resep sangat sederhana. Mereka membuat kue dengan mencampur lumpur, garam dan sedikit mentega, nyaris tak ada gizinya, hanya sekadar untuk mempertahan populasi.

Kue-kue tersebut hanya dipakai untuk menyembuhkan rasa lapar, termasuk perempuan-perempuan hamil. Mereka hanya mengdandalkan kue tak bergizi tersebut untuk memperoleh kalsium dan nutrisi lain selama bertahun-tahun.

Sungguh memilukan bukan?

Semoga kita sebagai warga negara Indonesia bisa lebih bersyukur dengan kondisi bangsa ini. Walau mungkin masih banyak hal yang membuat kita geram, bikin marah, bikin emosi, dan berbagai kondisi yang buruk, namun kita harus bersyukur bahwa seburuk-buruknya kabar tentang negeri ini, namun masih lebih baik dari negeri seperti yang terjadi di Haiti ini.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kronologi dan Video Amatir Detik-detik Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Kronologi dan Video Amatir Detik-detik Jatuhnya Crane di Masjidil Haram. Personal BLOG | Saya turut berduka …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*