Home ::: Teknologi Informasi ::: Social Media ::: Kesalahan Terbesar Cara Berfikir Netizen yang Harus Anda Ubah
ilustrasi: localsearchmasters.com

Kesalahan Terbesar Cara Berfikir Netizen yang Harus Anda Ubah

Personal BLOG | Cara Berfikir Netizen | Jangan anggap enteng masalah cara berfikir seseorang, yang itu sangat mempengaruhi berbagai hal. Apalagi jika pola pikir dan cara berfikir itu ditulis dan disebarkan lewat sosial media, maka itu bisa sangat berbahaya jika sampai salah dalam hal cara berfikir.

Perbedaan cara berfikir itu pula yang membedakan antara kwalitas seseorang yang satu dengan yang lainya.

Kalau berbicara terkait Cara Berfikir ini, silahkan anda bisa membaca berbagai banyak buku-buku psikologi yang sudah banyak cetak untuk bisa lebih lengkapnya.

Namun melalui tulisan ini, saya hanya ingin fokus menyoroti terkait cara berfikir netizen yang sebagian masih saya anggap salah.

Karena ini terkait soal cara berfikir seseorang, maka saya juga sama sekali tidak merasa keberatan, jika ada diantara pembaca yang merasa keberatan dengan cara berfikir saya.

Dari pengamatan saya selama aktif menjadi blogger, youtuber, dan berbagai aktivitas sosial lainya, saya agak prihatin dengan sebagian netizen yang cara berfikir mereka masih sering menggunakan model cara berfikir “kaca mata kuda”.

Saya sebut seperti “kaca mata kuda” karena terkadang banyak diantara netizen yang saat mengomentari sebuah kasus-kasus ataupun isu kontroversi, maka cara berfikir mereka selalu satu arah.

Contoh kongkrit yang sangat mudah kita temui misalnya begini,

Bagi para netizen pendukung Jokowi, hampir rata-rata [tidak semua] selalu berfikir, Jokowi tidak pernah salah dan Prabowo terkesan selalu dinilai negatif oeleh mereka.

Sebaliknya, bagi netizen para pendukung Prabowo, hampir rata-rata [tidak semua] selalu berfikir, Prabowo tidak pernah salah, dan Jokowi selalu SALAH!.

Contoh yang lain soal kasus kontroversi sosok Ahok,

Bagi para netizen pendukung Ahok, hampir rata-rata [tidak semua] selalu berfikir, Ahok tidak pernah salah dan FPI terkesan selalu dinilai negatif oleh mereka.

Sebaliknya, bagi netizen para pendukung FPI, hampir rata-rata [tidak semua] selalu berfikir, FPI tidak pernah salah tanpa cela, dan Ahok selalu SALAH!.

Cara berfikir seperti itulah yang menurut saya sangat berbahaya dan bisa mengancam persatuan dan kesatuan. Bahkan kalau boleh saya bilang, cara berfikir seperti itulah sumber masalah dan pemicu masalah-masalah yang tadinya kecil bisa menjadi besar.

Karena bermula dari salah cara berfikir itulah yang kemudian mereka menyebarkan kebencian, sebarkan provokasi, hingga fitnah yang menurut saya sudah sangat keterlaluan.

Berawal dari cara berfikir yang salah itupula muncul perselisihan, keributan, bahkan saling mengerahkan masa untuk menunjukan jika merekalah yang PALING BENAR!.

Padahal, jika saja mereka yang selalu berfikir dengan model “kaca mata kuda” itu, mau saja membuka hati dan melihat FAKTA dan DATA, serta banyak baca, niscaya sudah seharusnya mereka bisa meninggalkan model cara berfikir satu arah tersebut.

Kita sewajibnya harus berfikir, kembali kepada fitrah manusia, bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang SEMPURNA. Selalu ada sisi baik dan positifnya, maka begitulah seharusnya kita berfikir dalam menilai seseorang ataupun kelompok lain.

Untuk yang selama ini selalu membenci Jokowi, tidak salah memang jika Jokowi pasti punya KEKURANGAN dan KESALAHAN, tapi anda juga jangan MENUTUP MATA jika Jokowi PASTI juga punya banyak KEBAIKAN.

Untuk anda yang selama ini membenci Prabowo, anda mungkin tidak salah jika Prabowo kalian anggap pernah salah, namun pasti dia juga punya kebaikan.

Demikian juga saat bicara soal Ahok, dalam urusan perkataan, dia memang kasar dan mungkin dianggap sering menyakiti orang dengan kata-kata kasarnya, tapi yakinlah bahwa Ahok juga pasti punya sisi baiknya.

Nah, jika dalam hati dan cara berfikir kita seperti itu, maka kita bisa benar-benar menilai sesuatu hal itu pada inti masalah, jadi bukan melihat orangnya.

Disitulah menurut saya kesalahan-kesalahan terbesar sebagian besar netizen yang terkadang selalu “cerewet” di sosial media.

Kalau anda tidak percaya, silahkan saja anda baca berita-berita kontroversi di berbagai media sosial mapun di youtube, baca komentar-komentarnya, maka anda akan sangat mudah menemukan orang-orang yang saya maksud.

Saya berharap, jika anda sampai membaca tulisan saya hingga pada bagian ini, saya sangat ebrharap, jika anda bukanlah netizen yang saya maksud 🙂

Yuk! Jadikan bulan puasa yang sebentar lagi datang, kita jadikan moment untuk mengubah cara berfikir kita yang tadinya hanya pakai “kaca mata kuda”, kita ubah supaya dalam berfikir, kita gunakan cara berfikir yang lebih luas lagi sehingga bisa lebih bijak dalam menghadapi berbagai isu dan kontroversi di internet.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*