Home / Ekonomi / Frank Wang Tao, Pengusaha Muda dan Tampan Ini Raup Duit Rp 48 Triliun dari Bisnis Drone
Inilah Raja Drone Dunia-Frank Wang Tao |gambar: dronas.eu

Frank Wang Tao, Pengusaha Muda dan Tampan Ini Raup Duit Rp 48 Triliun dari Bisnis Drone

Frank Wang Tao, Pengusaha Muda dan Tampan Ini Raup Duit Rp 48 Triliun dari Bisnis Drone.

Personal BLOG | Selalu berdetak kagum jika membaca kisah-kisah sukses anak-anak muda. Kisah dari raja pembuat Drone bernama Frank Wang Tao ini.

Bayangkan saja, diusianya yang baru menginjak usia 34 tahun, tapi dirinya sudah punya perusahaan yang sudah berhasil meraup kekayaan hingga mencapai USD 3,6 miliar atau di kisaran Rp 48 triliun.

Kesuksesanya tak lepas dari bisnis usahanya yang memang saat ini sedang booming yaitu bisnis drone.

Popularitas drone makin melesat. Sekarang sudah banyak orang memiliki drone untuk sekadar hobi atau keperluan lain, termasuk di Indonesia. Bisnis pembuatan drone pun makin seksi, bahkan membuat lelaki yang baru berusia 34 tahun ini jadi miliarder, demikian sebagaimana saya kutip dari detikInet [10/8/15].

Namanya adalah Frank Wang Tao. Perusahaan yang dirintis pria asal China ini, DJI Innovations, sekarang disebut-sebut sebagai produsen drone terbesar di dunia. Tahu drone merek Phantom? DJI Innovations yang membuatnya.

Kesuksesan DJI Innovations membuat Wang diperkirakan memiliki harta di kisaran USD 3,6 miliar atau di kisaran Rp 48 triliun. Dalam perhitungan 100 orang terkaya dunia di jagat teknologi, Forbes menempatkannya di posisi ke 54.

Menurut riset Frost & Sullivan, DJI Innovations kini memegang 70% market share di bisnis drone untuk consumer. Tahun ini, nilai penjualan mereka diperkirakan mencapai USD 1 miliar, naik dari USD 500 juta di tahun 2014.

Bulan Mei lalu, DJI Innovations menerima pendanaan USD 75 juta dari Accel Partners yang membuat perusahaan itu bernilai sekitar USD 8 miliar. Perusahaan yang dirintis oleh Wang sejak tahun 2006 dan berkantor pusat di Shenzen, China ini, memang disebut sebagai salah satu penyebar virus drone sebagai hobi.

“DJI Innovations yang memulai pasar unmanned aerial vehicle (UAV) sebagai hobi dan sekarang para pesaingnya coba mengejar,” kata analis dari Frost & Sullivan, Michael Blades yang dikutip detikINET dari Forbes, Senin (10/8/2015).

Frank mengaku sejak kecil sudah gemar dengan benda berbau pesawat. Lahir tahun 1980, dia terobsesi dengan helikopter setelah membaca sebuah komik tentang petualangan helikopter berwarna merah. Ia mengisahkan impianya saat kecil itu, yaitu memiliki sebuah perangkat terbang yang dilengkapi kamera, yang akan mengikutinya kemana saja.

Frank suka sekali mengutak-atik helikopter mainan dengan remote kontrol, bahkan merakitnya sendiri. Saat kuliah, helikopter mainan yang dibuatnya bahkan dibeli orang cukup mahal.

“Aku menyelesaikan proyek kuliah membuat helikopter itu pada tahun 2005. Kemudian aku mendirikan perusahaan ini di 2006. Waktu itu, aku membuat video helikopter tersebut dan rupanya orang yang melihatnya tertarik,” katanya.

“Seseorang kemudian menghubungiku untuk membelinya. Aku pikir mendapat deal yang bagus karena berhasil menjualnya sekitar USD 6000 padahal untuk membuatnya hanya butuh sekitar USD 2000,” tambahnya.

Merasa bisnis itu menguntungkan, Frank pun giat mengembangkan usahanya. Meski awalnya banyak halangan, perusahaan DJI Innovations kini menguasai bisnis drone dan membuat Frank kaya raya. Terutama karena kesuksesan drone merek Phantom yang kini sangat populer di berbagai negara. Untuk diketahui, sekitar 30% pendapatan DJI Innovations berasal dari Amerika Serikat, 30% dari Eropa, 30% dari Asia dan sisanya dari Amerika Latin dan Afrika.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah

Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah. Personal …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*