Home ::: Headline ::: Hanya Miliki Separuh Tangan, Pria Berhati Emas ini Habiskan Masa Tua Untuk Rawat Ibu
Sungguh mengharukan, dengan keterbatasan fisik dan keterbatasan ekonominya, Zhang tetap setia berbakti merawat orang tuanya. |gambar: DailyMail.co.uk

Hanya Miliki Separuh Tangan, Pria Berhati Emas ini Habiskan Masa Tua Untuk Rawat Ibu

Hanya Miliki Separuh Tangan, Pria Berhati Emas ini Habiskan Masa Tua Untuk Rawat Ibu.

Personal BLOG | Rasanya selalu iri jika melihat ada cerita seorang anak yang bisa begitu berbakti terhadap orang tuanya, khususnya Ibu kandungnya. Hal ini juga ketika membaca kisah Zhang Jianlao dari China ini. Walau dirinya hanya Miliki Separuh Tangan, Pria Berhati Emas ini rela untuk menghabiskan Masa Tuanya Untuk Rawat Ibu kandungnya.

Orang tua terlebih ibu adalah seseorang yang sangat berharga bagi siapapun. Seiring berjalannya waktu, setiap orang tentu akan terus menua termasuk orang tua kita.

[BACA JUGA: Bakti Mahasiswa China ini Terhadap Orang Tuanya Luar Biasa !]

Ketika orang tua telah menua, ia tak lagi sekuat dahulu lagi. Saat orang tua sudah terus menua dan renta, itu adalah tugas setiap anak untuk memberikan perawatan dan kasih sayang yang maksimal kepada mereka.

Meskipun kasih sayang dan perawatan yang diberikan anak pada orang tua tak sebesar dan setulus kasih sayang dari orang tua pada anak, setiap anak wajib memberikan perawatan dan kasih sayang yang tulus dan sebaik mungkin.

Bahkan, ketika sang anak diselimuti beragam keterbatasan seperti yang dilakukan oleh Zhang Jianlao (43) asal China berikut ini.

Dilansir dari dari dailymail.co.ukZhang yang tidak memiliki anggota badan lengkap seperti orang-orang pada umumnya ini akan mendedikasikan sisa hidupnya untuk merawat sang ibu yang telah melahirkannya. Sang ibu sendiri saat ini telah berusia 80 tahun.

Ibu yang sudah tua membuat hatinya tergerak untuk selalu berada di dekat ibu dan memantau serta menjaga kesehatannya. Dengan penuh kasih sayang dan ketulusan, pria yang hanya memiliki separuh tangan tersebut sehari-hari mengerjakan semua pekerjaan rumah, menyiapkan makan dan minum untuk ibu, mengurus peternakan keluarga juga merawat sang ibu.

Dengan kondisinya yang serba terbatas, pria ini bahkan bermimpi untuk membangun rumah baru bagi sang ibu. Diketahui, Zhang harus kehilangan kedua tangannya ketika ia masih berusia 11 tahun.

Dari laporan surat kabar setempat, ibunya yang bernama Wei Xuexue mengatakan jika Zhang harus kehilangan tangan saat ia masih kecil. Saat itu, ia mengalami kecelakaan listrik atau kesetrum hingga dokter memilih melakukan amputasi agar kondisi Zhang pulih dengan baik.

Sejak saat itulah, Zhang harus hidup tanpa kedua tangan yang lengkap. Meski begitu, pria yang kini berusia 43 tahun tersebut tak pernah putus asa dan ia pun selalu menerima kondisinya dengan lapang dada.

Baginya, kedua orang tuanya adalah penyemangat terbaik yang mendorongnya untuk tetap semangat dan tak kenal putus asa. Meski ia dan keluarganya diselimuti keterbatasan, ia mengaku akan selalu melakukan yang terbaik untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

Sumber lain yakni asiantown.net menyebutkan bahwa Ayah Zhang sendiri telah meninggal dunia sejak 7 tahun lalu. Sedangkan sang ibu yang kini sudah berusia 80 tahun terlihat semakin menua dan renta. Mengingat sang ibu yang terus menua inilah, Zhang mengaku akan mendedikasikan sisa usianya untuk merawat sang ibu. Ia mengatakan,

“Sekarang ibu sudah tua. Dahulu, ia yang merawat saya dengan setulus hati. Kini, giliran saya yang akan menjaga dan merawatnya. Ia telah melakukan yang terbaik untuk saya dan saya pun harus melakukan yang terbaik pula untuknya.”

Kisah yang sangat menyentuh dan menggetarkan hati. Walau diselimuti segala keterbatasan, Zhang memiliki hati yang tulus untuk menjaga, merawat dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Zhang adalah salah satu contoh inspirasi untuk setiap anak di dunia agar mau dan tulus menjaga, merawat serta membahagiakan orang tua. Meski sangat tidak mudah untuk merawat orang tua yang semakin menua dan renta, kesabaran dan ketulusan adalah sesuatu yang bisa membuat aktivitas merawat tersebut menjadi begitu menyenangkan dan membahagiakan.

Terima kasih telah berbagi cerita. Semoga Zhang dan ibu selalu bahagia. Ketika orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang yang tulus, keterbatasan bukan lagi penghalang agar keduanya bisa selalu bahagia dan menerima satu sama lain. Silahkan dibagikan untuk menginspirasi semua anak-anak di Indonesia agar tidak melupakan apalagi menelantarkan orang tua kita. Tentunya kita malu yang memiliki badan sehat dan utuh tapi menelantarkan orang tua kita, padahal Zhang dengan keterbatasanya mampu mengabdi terhadap orang tuanya.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Perbedaan Antara Cewek dan Cowok yang Dibenarkan Menurut Sains dan Ilmu Pengetahuan

Perbedaan Antara Cewek dan Cowok yang Dibenarkan Menurut Sains dan Ilmu Pengetahuan. Personal BLOG | Jangan pernah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*