Home ::: Politik ::: Inilah Bunyi Do’a Saat Sidang Paripurna MPR yang Hebohkan Netizen

Inilah Bunyi Do’a Saat Sidang Paripurna MPR yang Hebohkan Netizen

Inilah Bunyi Do’a Saat Sidang Paripurna MPR yang Hebohkan Netizen.

Personal BLOG | Beberapa saat yang lalu sempat heboh di netiizen terkait dengan bacaan Do’a Saat Sidang Paripurna MPR yang dianggap menyindir pihak tertentu.

Dikutip dari brilio.net [19/8/15], disebutkan bahwa sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang ditutup pada Jumat (15/8) menghadirkan suatu kehebohan di dunia maya.

Hal yang membuat ramai para netizen adalah perihal doa yang dibacakan oleh KH Khoirul Muna.

Dalam doa tersebut berisi sindiran terhadap pemerintah yang belum mampu memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

Padahal sih kalau saya sendiri sih memahaminya do’a diatas justru bunyinya sangat baik sekali.

Isi dari do’a tersebut justru mewakili banyak pihak yang memang merasakan yang sebagaimana disebut dalam doa tersebut.

Dengan adanya bunyi do’a tersebut, seharusnya mampu memompa semangat pihak-pihak yang memang memiliki kesempatan untuk merubah keadaan di negeri ini untuk lebih baik lagi.

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa kalimat yang diungkapkan sang pembaca do’a yang isinya sebenernya justru sangat menyentuh siapapun yang mendengar atau membacanya:

Di hari-hari ini kami meghadapi ujian berat, mulai dari alam yang kurang bersahabat, kekeringan di mana-mana, harga kebutuhan pokok yang masih melangit, ekonomi yang belum pulih, hingga penegakan hukum yang masih mencederai rasa keadilan rakyat.

Sungguh pun begitu, segelintir penguasa masih acuh tak acuh, tak peduli kesengsaraan rakyat, sehingga rakyat semakin berang, jengkel, dan galau, karena mereka tidak memberikan suri tauladan.

Bebaskanlah kami dari berita-berita bohong, janji-janji palsu, dan harapan-harapan kosong, karena sesungguhnya tidaklah elok mereka memanipulasi dan menipu rakyat yang sengsara, menderita, dan hampir berputus asa.

Ya Allah, sudah lama rakyat kami bersabar, meskipun mereka miskin harta tapi kaya jiwa sehingga mampu memaafkan mereka yang menyengsarakan hidupnya.

Berikanlah kami pemimpin yang sejati, yang satu kata dengan perbuatan, yang insyaf dan ingin bertaubat…

Anugerahkanlah pemimpin kami agar senantiasa memiliki kepekaan dan kesalehan sosial, kewarasan pikiran, dan kebeningan hati nurani.

Sirami hati mereka untuk terus bermuhasabah, mengkoreksi diri dan hendaknya selalu peduli pada derita insani Indonesia.

Seperti itulah isi do’a yang oleh beberapa pihak dianggap menyindir pemerintah dan pihak-pihak tertentu.

Bagaimana menurut anda?

Kalau saya sendiri sih memahaminya do’a diatas justru bunyinya sangat baik sekali. Isi dari do’a tersebut justru mewakili banyak pihak yang memang merasakan yang sebagaimana disebut dalam doa tersebut. Dengan adanya bunyi do’a tersebut, seharusnya mampu memompa semangat pihak-pihak yang memang memiliki kesempatan untuk merubah keadaan di negeri ini untuk lebih baik lagi.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Banyak Orang Tua Mampu Rawat Banyak Anak, Tapi Banyak Anak Tidak Mampu Rawat Satu Orang Tua

Banyak Orang Tua Mampu Rawat Banyak Anak, Tapi Banyak Anak Tidak Mampu Rawat Satu Orang …

One comment

  1. kalau saya sangat setuju banget dengan doa yang dibacakan oleh KH.Khairul Muna,karena buat saya ketika berdo”a semua keluhan dan perasaan yang ada di jiwa kita maupun situasi diluar dalam kontek situasi negara di ungkapkan dan dalam hal ini sebagai institusi lembaga tertinggi negara wajar berdo’a seperti itu karena mempunyai hak untuk mengingatkan lembaga dibawahnya.jadi jangan tersinggung..harusnya lebih intropeksi diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*