Home ::: Hukum ::: Kasus Prostisusi Anak untuk Gay, Pelanggar HAM yang Berlindung atasnama HAM
gambar: klimg.com

Kasus Prostisusi Anak untuk Gay, Pelanggar HAM yang Berlindung atasnama HAM

Personal BLOG | Saya sungguh ikut prihatin dengan adanya kasus prostitusi anak yang dijadikan pelampiasan nafsu para gay.

Terkadang saya memang tidak tahu banyak hal tentang komunitas Gay atau pecinta hubungan sesama jenis itu. Namun setahu saya beberapa pakar kesehatan sudah jelas-jelas menyatakan jika perilaku para Gay dikategorikan sebagai penyakit.

Namun tetap saja berbagai komunitas ini selalu saja berlindung atas nama Hak Asasi Manusia [HAM] supaya keberadaan mereka dilegalkan.

Padahal sebenarnya perilaku mereka sendiri terkadang justru melanggar Hak Asasi orang lain.

Kasus prostitusi anak yang baru-baru ini terbongkar merupakan salah satu bukti bahwa aktivitas menyimpang seksual mereka menjadikan anak-anak menjadi korban kebejatan mereka.

Ngotot dan gencarnya para komunitas Gay di Indonesia dan di belahan dunia lain ini tentunya sebuah hal yang memang harusnya dihentikan.

Hal tersebut dikarenakan penyakit menyimpang seksual mereka tidak bisa “dilahirkan”, sehingga satu-satunya cara untuk menambah jumlah komunitas mereka yaitu dengan cara menularkanya.

Kondisi yang sebenarnya sangat bertentangan dengan mereka yang selama ini sering menyerukan atasnama Hak Asasi Manusia.

Mereka dalam berbagai kesempatan selalu ingin dimanusiakan dan dihargai hak-hak mereka, namun pada waktu yang bersamaan mereka justru jadi pelaku pelanggar HAM itu sendiri.

Boleh saja para aktivis yang mendukung keberadaan Gay menganggap jika kasus prostitusi anak oleh Gay yang baru-baru ini terjadi hanyalah ulah oknum bahkan bukan masuk organisasi mereka.

Namun dari kasus ini setidaknya kita tahu bahwa keberadaan para komunitas Gay ini bisa membahayakan bahkan melanggar Hak-hakl Asasi orang lain. Termasuk yang barusaja terjadi yaitu mengancam Hak asasi anak-anak.

Kasus yang barusaja terbongkar ini hanyalah satu cerita yang mungkin terbongkar, sedangkan diluar sana mungkin masih ada bahaya lain yang sedang mengancam anak-anak di Indonesia.

Mungkin negara seharusnya melalui kementrian kesehatan dan sosial serta tokoh agama dan sejenisnya untuk duduk bersama mencari solusi ini.

Jika memang aktivitas Gay itu menyimpang dan dianggap sebagai penyakit, maka mereka sudah seharusnya disembuhkan. Namun jika mereka tetap tidak mau, maka harus ada tindakan yang bisa menyadarkan mereka. Kalaupun tidak bisa disadarkan, setidaknya mereka tidak akan memakan korban lagi.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*