Home ::: Headline ::: Ketika Pencela Berbalik Jadi Pembela, dan Pembela Jadi Pencela!

Ketika Pencela Berbalik Jadi Pembela, dan Pembela Jadi Pencela!

Sungguh saya teramatsangat kasihan, iba, dan ungkapan kesedihan yang teramatsangat dengan sebagian cara berfikir netizen di Indonesia.

Kesedihan tersebut tentunya saya tujukan untuk mereka yang masih saja tiada ada hentinya menjadi pencela di sosial media.

Lebih sedih lagi juga, jika terkadang media ikut-ikutan memanfaatkan netizen yang suka ribut saling cela tersebut, sebagai target untuk mengeruk keuntungan dengan cara membuat pemberitaan yang dipastikan mengundang para pencela “nongol” di kolom komentar pemberitaan kontroversi mereka.

Salah satu isu pemberitaan yang seprtinya masih menarik untuk jadi berita heboh yaitu, ketika membuat pemberitaan mengenai yang Pro dan kontra Ahok, maupun sebaliknya terkait dengan Pro dan kontra Anies-Sandi. Diluar itu tentunya terkait pendukung Jokowi dan Prabowo.

Namun pada tulisan ini, saya ingin fokus lebih dulu terkait pro Ahok dan Pro Anies-Sandi.

Kenapa?

Karena menurut saya ini menarik.

Menarik karena jika sebelumnya, mereka pendukung Ahok posisinya mendukung Gubernur [saat Ahok jadi Gubernur], sedangkan sekarang yang jadi Gubernur dan wakil adalah Anies-Sandi.

Itu artinya, yang dahulunya selalu muji kinerja Gubernur Ahok, sekarang berganti selalu kritis dan mencela kinerja Gubernur yang sudah diambilalih Anies-Sandi.

Hal yang sebaliknya juga terjadi dilakukan oleh pendukung Anies-Sandi.

Jika sebelumnya mereka selalu kritisin kinerja gubernur [saat masih Ahok jadi Gubernur], kini para pendukung Anies gantian yang akan membela kinerja Gubernur.

Kondisi ini sudah langsung bisa terlihat saat pelantikan kemarin, dan yang terbaru adalah terkait dengan rombongan Anies yang melawan arus lalu-lintas.

Dari fenomena ini, saya jadi “geli” lihat mereka para Fans sejati untuk idolanya, namun dalam waktu bersamaan, mereka sekaligus jadi hatters untuk yang berseberangan dengan mereka.

Kondisi ini tentunya sangat lucu karena saya lihat netizen itu kan masih manusia. Seharusnya, selama mereka masih manusia, kenapa mereka tidak menggunakan akal fikir sehat mereka untuk tidak berfikir begitu naifnya.

Kalau mau dengarkan saran saya, jadilah kalian kembali jadi manusia yang sadar gunakan akal berfikir anda.

Bahwa yang namanya manusia itu pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Itu artinya, anda tidak perlu menjadi pendukung buta yang selalu mendukung idola anda, lalu disaat bersamaan anda membenci siapapun yang berbeda pandangan dengan idola anda.

Selama masih manusia, orang yang anda idolakan pasti ada kekurangan dan kelebihanya.

Jadi berfikirlah pada substansinya.

Kalau memang program Gubernur Ahok ada yang baik, katakan itu baik, tapi jika ada kejelekan Ahok, katakan juga ada yang jelek.

Begitu juga sebaliknya, saat kebijakan Anies-Sandi ada yang baik, katakan itu baik dan dukunglah, tapi jika ada yang buruk, ingatkan juga agar bisa lebih baik.

Kalau sudah sadar disini, maka saling cela di sosial media tidak perlu terjadi, karena itu menunjukan betapa kita mungkin lupa kalau kita dan orang yang kita bela masih sama-sama manusia. Yang itu artinya, mereka punya kekurangan dan kelebihan.

 

 

 

 

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

8 Alasan Kuliah Tidak Penting Versi Deddy Corbuzier!

Untuk kesekian kalinya Deddy Corbuzier mengeluarkan pernyataan yang asti akan dianggap kontroversial melalui channelsnya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*