Home ::: Ekonomi ::: Kisah Negara Bernama Indonesia yang Dibohongi Freeport
Inilah tambang emas terbesar di dunia yang dimiliki Papua bernama Freeport yang setiap detik dikeruk habis-habisan untuk dinikmati orang Asing dan bangsa ini hanya cukup menerima sedikitnya saja| gambar: files.wordpress.com

Kisah Negara Bernama Indonesia yang Dibohongi Freeport

Kisah Negara Bernama Indonesia yang Dibohongi Freeport.

Personal BLOG | Jika anda belum membaca tentang Sejarah lengkap bagaimana Freeport bisa menjadi perusahaan yang kaya raya dan mengeruk Gunung emas di Papua, silahkan baca Sejarah lengkapnya DISINI.

Dalam tulisan ini saya ingin ikut menyebarluaskan terkait dengan pemberitaan di merdeka.com (18/4/14) yang mengangkat Judul “Daftar Kebohongan Freeport pada Indonesia”.

Sebuah tulisan yang menggambarkan betapa negara bernama Indonesia seolah sama sekali tidak ada wibawanya di mata Freeport.

Saya jadi membayangkan, apakah kalau saja Freeport pada mau jujur blak-blakan, Freeport akan berbicara kepada Indonesia begini??,

“Indonesia itu kan pemimpinya dan pejabat negaranya, serta masyarakatnya mudah dibohongi. BUKTINYA, Kalaupun Indonesia tahu jika Indonesia dibohongi, namanya orang Indonesia paling hanya bisa berkoar-koar sebentar, akan tetapi tetap saja pejabat negaranya tetap akan diam saja, Namanya juga negara yang tidak berwibawa dan sudah terbiasa dibohongi, makanya selamanya orang Indonesia akan saya bohongi terus”.

Nah, pada pointnya begitulah yang saya rasakan setelah membaca tulisan berikut:

Dua tahun terakhir PT Freeport Indonesia tidak bisa memberikan dividen kepada pemerintah Indonesia. Berbagai alibi dan alasan diutarakan pihak Freeport. Pada intinya, perusahaan yang berafiliasi ke Amerika Serikat itu tidak bisa memberikan dividen lantaran kinerja keuangan perseroan yang tidak memungkinkan.

Sejak awal pemerintah tidak percaya dengan alasan itu. Meski begitu pemerintah masih percaya pada niat baik Freeport. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menduga, belum disetorkannya dividen ini hanya karena masalah administrasi. Soalnya tambang terbesar di Tanah Air itu produksinya relatif berjalan normal.

“Kok saya tidak yakin untuk perusahaan sekelas Freeport disengaja, mungkin soal administratif,” kata Hatta.

Akhirnya terkuat kebohongan Freeport pada pemerintah Indonesia. Kebohongan itu terkuat dari laporan kinerja keuangan Freeport-McMoRan Copper & Gold (FCX) tahun lalu. Laporan itu menunjukkan bahwa Freeport masih mereguk keuntungan cukup besar. Mata pemerintah pun mulai terbuka.

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengetahui hal itu ngotot untuk menagih dividen Freeport yang sudah menunggak 2 tahun. “Iya saya tahu Freeport untung Rp 6 Triliun, makanya kita minta terus, minta terus,” ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan usai rapat pimpinan di Kantor Re-Indo, Jakarta, Kamis (17/4).

Koleganya di kabinet yakni Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ikut memberikan dukungan agar Kementerian BUMN menagih dividen. “KemenBUMN harus berupaya menagih lagi karena seharusnya ada return dari modal pemerintah. Setahu saya Freeport untung,” ujar Bambang Brodjonegoro.

1. Kinerja menurun

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto tak membantah bahwa dua tahun terakhir pihaknya belum memberikan keuntungan pada negara. Menurutnya, kondisi cash flow perseroan saat ini tengah tidak memungkinkan untuk membagi keuntungan pada pemerintah.

“Benar karena dalam 2 tahun tidak ada deviden yg dibagi kepada pemegang saham, termasuk kepada Pemerintah,” ujarnya pada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, alasan Freeport tidak memberikan dividen lantaran kinerja menurun. Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia Daisy Primayanti menjelaskan, pembayaran dividen PTFI didasarkan pada kinerja keuangan dan ketersediaan kas. Besarannya ditentukan oleh dewan direksi dan disetujui oleh dewan komisaris dan pemegang saham. “Dalam hal ini juga Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Kementerian BUMN,” katanya.

Ternyata, kinerja Freeport masih positif. Tahun lalu Freeport masih mereguk keuntungan yang cukup signifikan. “Iya saya tahu Freeport untung Rp 6 Triliun,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan.

2. Volume penjualan turun

Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia Daisy Primayanti menjelaskan, pembayaran dividen PTFI didasarkan pada kinerja keuangan dan ketersediaan kas. Alasan Freeport tidak memberikan dividen lantaran volume penjualan tembaga dan emas yang menurun karena kadar bijih yang rendah, gangguan operasi tambang, penurunan harga komoditas global.

Dalam laporan kinerja keuangan Freeport-McMoRan Copper & Gold (FCX) tahun lalu, tercatat volume penjualan emas maupun tembaga dari tambangnya di Indonesia mengalami kenaikan. Kenaikan tercatat sebesar 6,2 persen atau menjadi USD 4,34 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni USD 4,09 miliar.

Freeport mencatat penjualan tembaga naik menjadi USD 2,9 miliar dari USD 2,56 miliar pada 2012. Sementara, volume penjualan tembaga turut naik menjadi 885 juta pounds.

Namun memang nilai penjualan emas Freeport tahun lalu turun tipis walau volume penjualannya naik. Tahun lalu, Freeport meraup hanya USD 1,44 miliar dari penjualan 1,096 juta ounces emas.

3. Janji bangun smelter

Amanat dalam Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, seluruh perusahaan tambang harus melakukan hilirisasi atau proses pemurnian hasil pertambangan di dalam negeri.

Di dalamnya termasuk kewajiban mendirikan pabrik pengolahan atau smelter. Aturan ini wajib dipatuhi seluruh perusahaan tambang yang menjalankan aktivitas pertambangan di dalam negeri.

Februari 2014, Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B Sutjipto mengatakan, selain bekerja sama dengan pihak lain seperti Antam dan Indosmelter, Freeport juga mengisyaratkan membangun smelter sendiri.

“Bangunlah, kita akan bangun sendiri. Kerja sama dengan pihak lain (Antam, Indosmelter) juga,” ucap Rozik ketika ditemui di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (24/2).

Namun itu ternyata hanya sekadar wacana dan sebatas komitmen yang belum jelas eksekusinya. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, saat ini rencana pembangunan smelter oleh Freeport masih belum diputuskan pelaksanaannya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebut rencana PT Freeport Indonesia membangun smelter baru sebatas wacana belaka. Perusahaan asal Amerika tersebut hingga sekarang belum mengajukan secara resmi ke Kementerian ESDM.

“Baru menyatakan mereka setuju membangun, sampai sekarang mereka belum follow up,” kata Hidayat di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/3).

Apa yang dilakukan freeport benar-benar terlihat sekali jika Freeport memang sangat menyepelekan Indonesia. Dimata Freeport, mungkin Indonesia hanya dianggap negara yang sudah terlanjur bodoh karena telah memberikan Gunung Emas kepada Freeport.

Kondisi itulah yang kemudian selamanya Indonesia hanya dianggap sebagai negara bodoh oleh Freeport yang tidak perlu ditaati aturanya. Toh buktinya pada kenyataanya Indonesia memang tidak berani berbuat apa-apa.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Menang 9-0 dari Filipina, Buktikan Indra Sjafri Lebih Baik dari Milla!

Timnas Garuda U-19 benar-benar membuat kita bangga sekaligus membawa harapan baru agar supaya Indonesia memiliki …

8 comments

  1. Kalau suka bermain air…pastilah basah…kalau suka juga bermain api…pastilah terbakar…mungkin Indonesia juga melakukan hal yang sama di masa lampau, sehingga itu menjadi ganjaran dan pelajaran disaaat ini…sebaiknya intropeksi diri…jangan berdalih untuk kemakmuran rakyat, tetapi ujung2nya gk…jd sebaiknya intropeksi, mengapa sampai FI melakukan ini kepada Indonesia?

  2. Herry S Prihadi

    BELUM BENAR2x MERDEKA TERNYATA BANGSA INI DARI PRNJAJAHAN…

  3. Secara logika bila di perpanjang kontrak, telah adanya kesepakatan secara administratif terpenuhi dan ke dua belah pihak menyetujui atas perjanjian hitam di atas putih yang di lengkapi. Bagi Masyarakat Papua dapat merasakan keberadaan Freeport itu sendiri dari kegiatan CSR yang di laksanakan, anggaran pusat yang di kucurkan di segala aspek kehidupan menjadikan masyarakat Papua sejahtera sehingga menghilangkan rasa cemburu, kebencian yang dalam dll.
    Semoga dengan adanya Freeport itu sendiri pembangunan demi pembangunan (yang dananya dari Pemerintah RI + Freeport) berjalan dengan cepat dapat di nikmati oleh masyarakat Papua, hal-hal yang mungkin timbul yang tidak kita inginkan dapat di selesaikan dengan menampilkan solusi yang terbaik. Hidup NKRI – Hidup Papua, dtk

  4. sebenarnya indonesia tidak bodoh dan masyarakat pun tidak salah jika sampai berpikir indonesia mau dibodohi oleh freeport. tetapi terkadang ada alasan yang kuat sampai pemerintah tdk bsa berbuat apa2 trhadap freeport. hal ini berhubungan dengan sejarah berdirinya freeport dan perjanjian-perjanjian atau MoU yang ada pada waktu itu antar freeport dan stakeholder yg ada. hal trsebutlah yang mengakibatkan pemerintah indonesia tdk memiliki power trhadap freeport apalagi sampai mau menghentikan freeport. Menurut saya Gunung emas papua yg dikuasai oleh freeport skr ibarat mahar yang harus dibayar oleh indonesia trhadap amerika terkait oleh kepentingan orang-orang atau mungkin juga negara indonesi pada saat itu. jika sekarang indonesia sampai memutuskan kerjasama dengan freeport, mungkin saja akan ada resiko atau dampak buruk pada negara indonesia, dimana resiko ini dianggap lebih parah dibanding dengan indonesia membiarkan freeport mengeruk habis gunung emas tersebut. demikian pendapat saya dan mohon maaf jika yang bertolak belakang sama pemikiran teman-teman yg lain. silahkan cari referensi sejarah berdirinya freeport dan teory konspirasi yg ada. terima kasih

  5. kasihan sekali indonesiaku

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*