Home ::: Sains ::: Lagi! Heboh Ramalan Kiamat 21 September, Ini Penjelasan Ilmuwan NASA
ilustrasi

Lagi! Heboh Ramalan Kiamat 21 September, Ini Penjelasan Ilmuwan NASA

Lagi! Heboh Ramalan Kiamat 21 September, Ini Penjelasan Ilmuwan NASA.

Personal BLOG | Ramalan Kiamat | Anda tentunya masih ingat soal datangnya isu kiamat pada jam 12-12-12 yang lalu?

Saat itu dunia ikut heboh, bahkan dari kehebohan tersebut muncullah film dengan tema seperti ramalan kiamat.

Akhirnya dengan berjalanya waktu, ramalan kiamat tersebut DIPASTIKAN TIDAK TERBUKTI.

Dan sekarang, muncul lagi adanya ramalan terkait dengan akan adanya kiamat yang diprediksi akan terjadi pada 21 September.

Pengusung teori konspirasi meramalkan akhir September akan menjadi Hari Kiamat bagi umat manusia.

Sebuah batu ruang angkasa selebar 2,5 mil akan jatuh di Puerto Rico, sekaligus datangnya kehancuran di seluruh planet Bumi, demikian sebagaimana saya kutip dari dream.co.id yang dilansir dari mirror.co.uk.

Para penganut teori konspirasi memperkirakan dunia akan hancur pada saat kedatangan asteroid raksasa yang terjadi antara 21 dan 28 September.

Asal-usul klaim ini berasal dari seorang bernama Efrain Rodriguez yang memproklamirkan diri sebagai ‘nabi’.

Rodriguez mengklaim telah menyerahkan hasil penelitiannya tentang asteroid raksasa penyebab kiamat kepada badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Ramalan tentang kiamat yang diungkapkan Rodriguez tampaknya berkaitan dengan Ramalan Bulan Darah yang meramalkan 28 September merupakan tanggal terakhir dari fenomena bulan darah yang berlangsung empat kali.

Disebutkan dalam Ramalan Bulan Darah, bencana akan datang ketika gerhana bulan–terakhir terjadi pada April 2014– diikuti fenomena bulan purnama sebanyak enam kali.

“Saya mendapat penglihatan asteroid itu memasuki wilayah udara kota Arecibo di Puerto Rico, menghantam laut antara Pulau Mona dan Mayaguez dan memicu gempa berkekuatan 12 skala Richter,” klaim Rodriguez.

Lantaran ramalan ini, banyak orang yang kemudian menjadi sangat khawatir. Alhasil, NASA angkat bicara menjelaskan ramalan Hari Kiamat itu.

“Tidak ada dasar ilmiah – bahkan satu pun bukti – yang menyebut sebuah asteroid atau benda langit lainnya akan menabrak Bumi pada tanggal tersebut,” kata Paul Chodas, manajer NASA divisi Near-Earth Object.

Justru Near-Earth Object Observations Program milik NASA yang mendeteksi semua asteroid mengatakan tidak ada asteroid atau benda angkasa lainnya yang terdeteksi bakal menabrak Bumi dalam jangka waktu mendatang atau pada September besok.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*