Home ::: Ekonomi ::: Masalah Freeport Tak Semudah yang Kita Inginkan!
freeport
ilustrasi gambar: files.wordpress.com

Masalah Freeport Tak Semudah yang Kita Inginkan!

Personal BLOG | Isu terkait Freeport Indonesia kembali menghangat, apalagi saat mendengarkan langsung reaksi bos Freeport yang langsung turun gunung dalam kasus ini.

Sudah sejak lama, saat bicara soal PT Freeport Indonesia, maka yang ada di benak saya dan mungkin banyak masyarakat umum lainya, pastilah hanya mengingat bahwa PT Freeport Indonesia adalah perusahaan asing, yang sudah mengeruk habis-habisan kekayaan alam kita.

Karena ingatan itupula, maka setiap kita pasti menginginkan bagaimana supaya PT Freeport Indonesia harus diambil alih oleh negara kita, agar pemerintah bisa melakukan amanat UUD’45 khususnya pasal 33.

Untuk mengingatkan kita, bahwa dalam pasal 33 berbunyi,

  • Pasal 33 Ayat 2 berbunyi, ”Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”;
  • Pasal 33 Ayat 3 berbunyi, ”Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

Kalau kita baca amanat UUD 1945 tersebut, sangat jelas bahwa aturan itu sangat jelas dan memiliki arti yang saya pikir semua faham.

Namun pada kenyataanya, entah bagaimana caranya, saya sendiri juga masih bingung, dengan aturan dan perundang-undangan lain, yang juga begitu banyak, akhirnya pasal 33 khususnya ayat 2 dan 3 dalam UUD 1945 tersebut, seolah-olah menjadi “TIDAK BERLAKU” dan diabaikan begitu saja.

Bukti bahwa pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945 tersebut terkesan tidak berlaku, yaitu saat MELIHAT DATA dan FAKTA bahwa di negeri ini begitu banyak perusahaan Asing yang bisa menguras habis-habisan kekayaan alam kita, sedangkan negara hanya peroleh pajaknya saja.

Kok bisa?

Kalau anda tanya begitu, sudah saya bilang diatas, saya sendiri juga bingung.

Demikian juga saat kita bicara soal kasus perusahaan bernama PT Freeport Indonesia ini. 

Kalau kita kembalikan dasar kepada UUD 1945, maka amanatnya sudah cukup jelas, bahwa pasal 33 ayat 2 dan 3 sudah menyebutkan dengan gamblang.

Itu artinya, kalau hanya melihat berdasarkan UUD 1945 tersebut, secara sangat jelas jika memang PT Freeport Indonesia selama ini menguasai kekayaan alam kita bernama emas dan produk-produk yang dihasilkanya, maka itu ada kesan sangat berlawanan dengan bunyi UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3.

Namun ternyata, bicara soal PT Freeport Indonesia, itu memang tidak semudah yang kita inginkan.

Keinginan kita pastilah ingin jika kekayaan alam yang sekarang ini sedang dikeruk habis-habisan oleh PT Freeport Indonesia, sudah seharusnya diambil-alih negara.

Tapi faktanya, tidak semudah itu, karena ada aturan-aturan yang saya sendiri juga bingung. 

Namun setidaknya, ada penjelasan yang mungkin bisa anda fahami tentang kondisi betapa simalakamanya pemerintah saat menghadapi PT Freeport sekarang ini, sebagaimana yang dijelaskan oleh Muhammad Said Didu

 melalui akun twitternya kemarin.

Perlu anda tahu bahwa Muhammad Said Didu ini merupakan Stafsus MenESDM 2014-2016, Perekayasa di BPPT, Sek KemBUMN 2005-2010, Ketum PII 2009-2012, Ketum Alumni IPB 2008-2013. Ketua ICMI 2003-2005, MPR 1997-1999.

Silahkan baca kultwitnya disini.

Dalam masalah ini, saya memang tidak punya solusi karena jika negara saja sudah pusing dan bingung, apalagi saya. 

Namun setidaknya saya hanya berharap dan ikut mendoakan, apapun kondisinya sekarang ini antara freeport Indonesia dan pemerintah, saya berharap, semoga saja akana da penyelesaian yang terbaik untuk kebaikan bangsa ini, NKRI!

Amiiin

Kondisi ini juga menunjukan bahwa, saat kita bicara soal freeport, maka hal itu tak semudah yang kita inginkan!

Jadi buat netizen, saat anda baca tulisan tentang freeport Indonesa, maka jangan hanya asal bicara semau dan semudah yang kita inginkan, karena masalahnya tidak semudah itu!

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

TIPS: 5 Cara Sederhana dalam Mengatur Keuangan Keluarga Versi Financial Planner

TIPS: 5 Cara Sederhana dalam Mengatur Keuangan Keluarga Versi Financial Planner. Personal BLOG | Mengatur keuangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*