Home ::: Ekonomi ::: Mendesak! Pentingnya Revolusi Mental untuk Para Politisi!

Mendesak! Pentingnya Revolusi Mental untuk Para Politisi!

Mendesak! Pentingnya Revolusi Mental untuk Para Politisi!

Personal BLOG | Revolusi Mental untuk Politisi | Tertangkapnya Damayanti Wisnu Putranti, Politisi PDIP yang Ditangkap KPK menguatkan beberapa hasil survey yang masih menyatakan jika DPR memang dianggap sebagai institusi paling korup di Indonesia.

Saya kutip dari salah satu hasil survey yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Populi Center, Nico Harjanto, mengungkapkan masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat, akan institusi yang mewakili mereka yaitu DPR RI. Menurutnya, survei telah menunjukkan masyarakat luas masih menganggap DPR, sebagai institusi paling korup yang ada di Indonesia [republika 19/12/15].

Bolehsaja para politikus selalu berpendapat, jika ada anggota DPR yang tertangkap tangan dan terbukti korupsi dianggap hanyalah oknum, tapi kalau menurut rakyat boleh saja dong jika rakyat berfikir jika yang ketangkap KPK itu hanyalah sebagian kecil yang KETAHUAN korupsi.

Jadi kalau benar seperti itu, maka mungkin saja anggota DPR yang korupsi banyak, hanya saja belum semuanya ketahuan.

Dengan tertangkapnya kembali politisi sekaligus anggota DPR dalam kasus korupsi, saya berfikir dan berpendapat bahwa yang paling mendesak dan harus disegerakan terkait gerakan revolusi mental adalah melakukan revolusi mental di kalangan politisi dan wakil rakyat.

Saya rasanya dibuat gregetan jika membaca iklan-iklan revolusi mental, iklanya memang baik sih, namun maksud saya, akan jauh lebih baik sebelum mengajak rakyat Indonesia dengan gerakan revolusi mental, utamakan terlebih dahulu melakukan revolusi mental dikalangan internal para elit partai politik.

Karena memang berdasarkan faktanya serta berdasarkan survey, para politisi selama ini lebih banyak yang menjadi tersangka korupsi daripada orang-orang biasa.

Itu artinya rakyat membutuhkan revolusi mental di kalangan DPR supaya DPR dalam isi kepala mereka tidak lagi berfikir untuk korupsi, korupsi, dan korupsi terus.

Gaya hidup politisi yang begitu glamor dan hedonis juga menjadi tanda-tanda betapa mereka begitu dekat dengan korupsi.

Wakil rakyat itu kan sebenarnya hanyalah “pembantu” rakyat tapi kok gayanya mereka seperti raja. Seolah mereka tidak punya rasa malu jika hidup mereka rakyatlah yang memberikan gaji untuk mereka.

Melalui tulisan ini saya juga berfikir bahwa revolusi mental korup anggota DPR dan pejabat negara sepertinya tidak cukup hanya berhenti sebatas retorika saja.

Revolusi mental untuk para politisi dan pejabat negara menurut saya akan berjalan jika salah satu pendukung dan penopang gerakan revolusi mental di kalangan politisi harus disertai ancaman hukuman tegas bagi para koruptor.

Jika ancaman hukuman koruptor masih seperti sekarang ini, saya berani pastikan kedepan bahkan hari ini, mereka para calon-calon koruptor tidak mungkin jera dan kapok untuk tidak korupsi.

Untuk apa para koruptor harus takut Korupsi?

Saya fikir koruptor sudah tidak memiliki alasan untuk korupsi selama hukumanya begitu ringan seperti sekarang?

Masih adanya koruptor di negeri ini karena mereka sudah tahu bahwa sejelek-jeleknya korutor jika ketahuan, mereka hanya akan dipenjara di sel yang begitu istimewa. Tidak hanya itu, iming-iming remisi dan pengurangan tahanan akan menjadi modal untuk para koruptor agar tetap bersemangat melakukan korupsi.

Akan berbeda halnya misal hukuman untuk koruptor itu tanpa ampun seperti yang diterapkan di China, dimana di China koruptor di hukum mati adalah resiko terburuk untuk para koruptor.

Jika satu persatu koruptor di negeri ini dikenakan hukuman tegas hingga hukuman mati, setidaknya para calon-calon koruptor akan berfikir dua kali jika mereka berani melakukan korupsi.

Saya sekalilagi ingin meramalkan jika hukuman koruptor masih seperti sekarang ini, tunggu saja pemberitaan-pemberitaan selanjutnya tentang para politisi yang tertangkap karena kasus korupsi dugaan saya akan tetap terjadi di negeri ini!

Sudah saatnya politisi kita memang harus direvolusi mentalnya habis-habisan. Politisi itu intinya kan katanya ingin berkuasa untuk sejahterakan rakyatnya, bukan malah beradu strategi bagaimana supaya bisa korupsi dengan aman dan tidak ketahuan!

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

10 Pelajaran Hidup yang Tidak Akan Kamu Dapatkan di Bangku Kuliah

10 Pelajaran Hidup yang Tidak Akan Kamu Dapatkan di Bangku Kuliah. Personal BLOG | Bisa menikmati …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*