Home ::: Politik ::: Mengejutkan! SDA Sebut Megawati, Amin Rais dan Karni Ilyas Kecipratan Sisa Kuota Haji?
gambar: tribunnews.com

Mengejutkan! SDA Sebut Megawati, Amin Rais dan Karni Ilyas Kecipratan Sisa Kuota Haji?

Mengejutkan! SDA Sebut Megawati, Amin Rais dan Karni Ilyas Kecipratan Sisa Kuota Haji?.

Personal BLOG | Pemberitaan mengejutkan berisi tentang “SDA Sebut Megawati, Amin Rais dan Karni Ilyas Kecipratan Sisa Kuota Haji” sepertinya bisa membuat heboh, pasalnya hal tersebut menyebut nama-nama politikus besar.

Dalam pemberitaan yang saya kutip dari jpnn.com [7/9/15] tersebut disebutkan jika sejumlah pejabat, politisi dan tokoh masyarakat disebut kebagian jatah sisa kuota haji nasional tahun 2012 dari mantan Menteri Agama Suryadharma Ali. Hal ini merupakan salah satu perbuatan Suryadharma yang dinilai KPK sebagai tindak pidana korupsi.

Pembagian sisa kuota haji tersebut diakui oleh Suryadhrama dalam nota keberatan yang dibacakannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/9). Dia bahkan menyebutkan nama-nama siapa saja tokoh yang kecipratan jatah tersebut.

Suryadharma menyebut nama mantan Ketua MPR almarhum Taufiq Kiemas dan istrinya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ada di antara penerima.

“Taufieq Kiemas dan Megawati Soekarno Putri (dapat kuota untuk) 50 orang,” kata Suryadharma.

Suryadharma juga menyebut eks Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kecipratan kuota untuk 70 orang. Selain itu ada nama politikus senior PAN Amien Rais (10 orang), petinggi media Karni Ilyas (2 orang), anggota keluarga Suryadharma (6 orang) dan sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik.

“Untuk Paspampres Wapres Boediono lebih dari 100 orang,” lanjut Suryadharma.

Nah, kalau sudah disebut seperti itu, tentunya dibutuhkan keberanian dan ketegasan hakim nantinya bagaimana seharusnya penuntasan kasus ini harus diungkap dan diberikan sanksi yang tegas untuk siapapun yang terlibat. Perilaku bagi-bagi kuota haji diatas jika memang benar tentunya sangat menyakiti hati rakyat yang ingin pergi haji. Masyarakat biasa harus antri agar bisa dapat jatah quota haji selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, sedangkan pejabat-pejabat kok enak bener dapat jatah quota begitu. Mohon diusut terus pernyataan SDA tersebut!

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Banyak Orang Tua Mampu Rawat Banyak Anak, Tapi Banyak Anak Tidak Mampu Rawat Satu Orang Tua

Banyak Orang Tua Mampu Rawat Banyak Anak, Tapi Banyak Anak Tidak Mampu Rawat Satu Orang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*