Home ::: Headline ::: Pelantikan Anies-Sandi: Walau Tak Pilih Mereka, Bolehkah Tagih Janji?

Pelantikan Anies-Sandi: Walau Tak Pilih Mereka, Bolehkah Tagih Janji?

Dalam setiap pemilu atau pilkada, sudah pasti akan ada muncul berbagai kubu [tergantung jumlah calon].

Munculnya berbagai kelompok yang mendukung antara calon yang satu dengan yang lainya, maka sering muncul anggapan bahwa orang yang tidak memilih calon terpilih, maka dianggap tidak berhak menuntut dan menagih janji kampanye.

Jelang pelantikan Gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta yang akan dilaksanakan Senin [16/10/2017], membuat netizen di sosial media banyak yang ribut.

Keributan tersebut diantaranya terkait dengan perdebatan bahwa mereka yang tidak memilih Anies-Sandi dianggap tidak boleh menuntut janji kampanye Anies-Sandi saat pilkada kemarin.

Apakah pendapat tersebut bisa dibenarkan?

Sebenarnya anggapan semacam ini juga pernah ramai dibicarakan juga saat pilpres 2014 yang lalu. Saat itu mereka yang tidak memilih Jokowi-JK dianggap tidak pantas dan selayaknya tidak boleh banyak menuntut apalagi menagih janji Jokowi-JK saat pilpres.

Apakah anggapan seperti itu memang dianggap wajar atau justru kurang tepat?

Kalau kita menengok ke belakang, saat Pilpres 2014 lalu, Capres terpilih adalah Jokowi, sehingga ada image dan kesan bahwa, mereka yang tidak pilih Jokowi dianggap tidak boleh banyak protes apalagi menuntut.

Alasan mereka menggunakan cara logika berfikir begini,

“Pilih Jokowi juga kagak, kok mau nuntut dan nagih janji kampanye Jokowi, Aneh!”.

Nah, ini juga sepertinya dianggap berlaku ketika pilgub DKI Jakarta, dimana saat pasangan Anies-Sandi yang menang, maka mereka yang tidak memilih Anies-Sandi, akan dianggap tidak boleh menuntut janji kampanye mereka.

Nah, pemahaman tersebut saya pikir harus diubah, kenapa?

Karena menurut saya, siapapun Gubernur dan wakil Gubernur terpilih, mau di DKI Jakarta atau di daerah lain, maka semua rakyat tetap memiliki HAK untuk tetap MENUNTUT dan MENAGIH janji Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

Alasanya kenapa?

Karena mau milih Anies-Sandi atau tidak, toh namanya rakyat DKI Jakarta semua diwajibkan BAYAR PAJAK, sehingga sudah otomatis, seluruh rakyat siapapun dia, selama bayar pajak memiliki HAK untuk MENUNTUT dan MENAGIH janji dari Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

Soalnya kalau cara berfikirnya, mereka yang tidak mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, emangnya rakyat DKI Jakarta yang tidak pilih Anies-Sandi dibolehkan TIDAK BAYAR PAJAK? Tentu tidak bukan?

Dari logika simple ini, sekarang anda sudah faham kan?

Bahwa mau siapapun Gubernur dan Wakil Gubernurmya, mau di DKI Jakarta atau di daerah lain [termasuk Pilpres], maka seluruh rakyat berhak menagih dan menuntut janji-janji pemimpin terpilih.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

8 Alasan Kuliah Tidak Penting Versi Deddy Corbuzier!

Untuk kesekian kalinya Deddy Corbuzier mengeluarkan pernyataan yang asti akan dianggap kontroversial melalui channelsnya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*