Home ::: Politik ::: Polemik Tolak Salatkan Jenazah: Perintah Agama atau Perintah Politik?

Polemik Tolak Salatkan Jenazah: Perintah Agama atau Perintah Politik?

Polemik Tolak Salatkan Jenazah: Perintah Agama atau Perintah Politik?

Personal BLOG | Saya benar-benar heran dan masih bingung dengan kondisi di Jakarta sekarang, apakah sampai segitunya saat musim pilkada seperti sekarang ini.

Bisa-bisanya sebuah masjid dipasangi spanduk yang tegas tidak akan mensholatkan jenazah bagi pendukung dan pembela penista agama.

Saya bukan orang Jakarta dan memang tidak tinggal di Jakarta, jadi saya pikir membaca spanduk-spanduk di masjid seperti itu, tentunya ikut prihatin sekali.

Prihatin, karena saya juga seorang muslim dan seingat saya, tidak ada perintah dalam agama yang tidak boleh mensholatkan jenazah yang memilih pemimpin non muslim atau penista agama.

Yang saya tahu dalam agama Islam yang saya anut, Rosul baru tidak mau mensholatkan umat yang memiliki hutang, itu saya tahu [silahkan baca HR. Bukhari no. 2289].

Dan satu lagi, yang saya tahu dalam perintah agama Islam yang saya anut, mensholatkan jenazah itu hukumnya Fardu Kifayah, artinya jika satu kampung tidak ada yang mensholatkan, maka satu kampung itu berdosa.

Dan banyak tokoh Islam juga yang sudah menyampaikan pendapatnya akan hal ini.

Melihat fenomena yang terjadi di DKI Jakarta, lantas dalam hati kecil saya kemudian jadi ingin bertanya, “Sebenarnya spanduk-spanduk di masjid yang tidak bersedia mensholatkan umat islam yang memilih pemimpin non muslim maupun penista agama, itu perintah AGAMA atau perintah POLITIK?”

Saya memang muslim dan memang kalau bicara sudah urusan agama, memang ini sangat sensitif dan terkadang pada posisi yang lain pasti membingungkan.

Apalagi jika saat kebingungan tersebut disusupi yang namanya kepentingan politik atas nama agama, sudah pasti kebanyakan orang akan takut, karena urusan soal iman.

Namun, walaupun demikian, tidak sepantasnya sampai memasang spanduk tolak sholatkan jenazah.

Kalaupun memang anda meyakini tidak akan memilih si A atau si B atau si C atau apalah itu karena anda punya keyakinan terkait pendapat anda, silahkan saja, itu hak anda.

Namun tidak perlu sampai memasang spanduk begituan.

Jika saya boleh berikan saran kepada pengurus masjid yang memasang spanduk-spanduk penolakan sholatkan jenazah, akan LEBIH BAIK di masjid tersebut dibuat spanduk yang BESAR yang isinya tidak kontoversi, misalnya,

“AYo umat Islam rajin Sholat berjama’ah 5 waktu di masjid bagi Pria, itu pahalanya gede banget!”.

“Ayo umat islam, perbaiki akhlaq kita, ingatlah bahwa Rosululloh S.A.W diutus Alloh S.W.T ke bumi ini salah satu misi utamanya adalah untuk MENYEMPURNAKAN AKHLAQ KITA!”

“Ayo umat islam, jauhi RIBA karena itu dilaknat Alloh dan dosanya ngeRIBAnget!

“Ayo umat islam, rajin-rajinlah bersedekah untuk bisa menolong orang-orang yang membutuhkan!”

“Ayo umat islam, bersatu untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, jangan suka mencari keburukan orang lain”

“Ayo umat islam, satukan barisan jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan, kalau banjir baru nyesal!”

“Ayo umat Islam, yang ngaku Islam harus tunjukan hidup yang islami, jangan korupsi”

“Ayo umat islam, rajinlah membaca, karena Allohpun perintahkan umatnya rajin membaca di ayat pertama turun “IQRA!, biar kita jadi pandai, cerdas, dan tidak mudah ditipu berita hoax dan fitnah”.

[Baca juga: Netizen Indonesia, Minat Baca Rendah tapi Paling Cerewet di Dunia!]

Dan saya pikir teramat sangat banyak lagi ajakan dan seruan yang itu tidak menimbulkan kontroversi karena memang itu adalah perintah AGAMA, bukan perintah politik.

Sekali lagi saya tegaskan melalui tulisan ini, saya tidak ingin terkesan mendukung calon si Itu atau si Anu, silahkan anda pilih si Itu atau si ini yang memang anda yakini sebagai pilihan yang anda sukai. Tapi saya berharap, mohon tidak perlu sebarkan kebencian atau permusuhan.

Toh nantinya siapapun yang terpilih, anda pasti juga akan membutuhkan pemimpin yang terpilih untuk bisa juga mendengarkan aspirasi anda.

Jadi pesan terakhir saya, damailah terhadap sesama anak bangsa, momment pemilu hanya sesaat, jangan mudah terpecah belah, karena siapapun pemimpin yang terpilih, seharusnya kita tetap dukung mereka selama memajukan daerahnya.

Salam damai satu nusa satu bangsa, Indonesia!

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

MAFIA PLN: Mengkritisi Kinerja PLN dan Menuntut HAK Penerangan Jalan!

MAFIA PLN: Mengkritisi Kinerja PLN dan Menuntut HAK Penerangan Jalan! Personal BLOG | Saat ini sedang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*