Home ::: Headline ::: Sambutan untuk Raja Arab Saudi, Berlebihan atau Wajar?

Sambutan untuk Raja Arab Saudi, Berlebihan atau Wajar?

Kalau kita bicara headline di beberapa media cetak, televisi, maupun media online di Indonesia, sepertinya hampir dua minggu ini, kita semua sedang sibuk berbicara soal rencana kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang akan berkunjung ke Indonesia 1-9 Maret 2017.

Jika kita baca di beberapa media nasional terpercaya, tentunya yang dibahas buanyak sekali, mulai dari, pemberitaan terkait dengan rencana Arab Saudi yang akan Bawa Investasi Rp 94 Triliun ke RI, hingga persiapan-persiapan Indonesia untuk sambut Raja Arab Saudi tersebut.

Namun seperti biasanya, bukan netizen Indonesia kalau tidak meributkan sesuatu yang terkadang selalu memunculkan kontroversi.

Salah satu kontroversi yang muncul terkait dengan kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia ini, adalah terkait dengan sambutan RI yang sebagian ada yang menganggap wajar, namun tidak sedikit pula yang menganggap itu terlalu berlebihan.

Bagi mereka yang menganggap bahwa sambutan RI kepada kedatangan Raja Arab Saudi dan rombongan, yang katanya mencapai ribuan orang lengkap dengan para pangeran kerajaan, sambutan RI tersebut dinilai wajar, karena RI memang memiliki harapan besar atas kunjungan Raja Arab ini.

Beberapa harapan-harapan RI tersebut misalnya, adanya harapan jika Arab Saudi akan melakukan Investasi hingga Rp 94 Triliun di Indonesia. Harapan lain tentunya misal terkait dengan MoU terkait haji dan Umroh,  bahkan dengan kementrian agama Ri sendiri saja, pihak kerajaan Arab Saudi rencananya akan melakukan lima MoU yang akan ditandatangani. Diluar itu tentunya masih banyak lagi.

Dengan berbagai pertimbangan positif tersebutlah yang kemudian dianggap bahwa, sambutan RI yang begitu mengistimewakan kedatangan Raja Arab Saudi ini dianggap wajar.

Belum lagi hubungan kerajaan Arab Saudi sendiri dengan RI sangatlah dekat, hal itu juga tidak berlebihan akrena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, bahkan sebagai penduduk terbesar muslim di dunia.

Pertimbangan lain dianggap wajar dikarenakan terkait dengan standarisasi yang mungkin jika dengan standarisasi kita, mungkin sambutan kepada Raja Arab Saudi tersebut dianggap berlebihan. Namun jika melihat standarisasi yang diukur dari standarisasi untuk kerajaan Arab Saudi, itu dianggap wajar.

ilustrasi: detik.comLantas, bagaimana dengan mereka yang berpendapat bahwa sambutan RI terhadap raja Arab Saudi dan rombongan dianggap berlebihan?

Mereka yang anggap berlebihan atas sambutan kepada raja Arab Saudi ini, beberapa yang bisa kita tahu diantaranya, dianggap berlebihan karena diantara mereka berfikir bahwa umat islam saat ini masih banyak yang miskin dan hidup susah, daripada uang digunakan hanya untuk acara ceremonial, akan lebih baik dan bijak jika sebagian dana tersebut disalurkan kepada umat islam yang lebih membutuhkan.

Beberapa pendapat lain ada yang menyebutkan bahwa sikap Raja Arab saudi yang hampir selalu menunjukan cara yang sama tiap berkunjung kenegaraan, dianggap terlalu berlebihan dan terkesan ingin memamerkan kekayaan kerajaan.

Masih menurut pendapat yang kurang suka dengan Raja Arab Saudi, apa yang dilakukan Raja Arab Saudi tersebut terkadang dianggap merugikan warga lain. Misalnya akibat sambutan yang berlebihan tersebut, beberapa maskapai tentunya akan mengalami delay dan yang lainya.

Termasuk juga, saat Raja Saudi berlibur ke Bali, nantinya publik tidak bisa menikmati keindahan pantai Bali, selama ada kunjungan dari pihak Raja Arab Saudi dan rombongan. Jika di negara lain, hal tersebut bisa menimbulkan protes warga karena dianggap merebut hak-hak warga lainya.

Setidaknya itulah beberapa reaksi netizen yang ramai dibicarakan di sosial media, terkait dengan rencana kunjungan Raja Arab Saudi dan rombonganya ke Indonesia 1-9 Maret 2017.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Krisis Rohingya: Solusinya Tak Hanya Mengecam dan debat di SosialMedia

Saya turut berduka atas tragedi yang terjadi di Rohingnya, Myanmar. Namun saya juga jauh lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*