Home ::: Hukum ::: Sikap Prabowo Terkait Kader Gerindra Jadi Tersangka Korupsi Dihujat Netizen

Sikap Prabowo Terkait Kader Gerindra Jadi Tersangka Korupsi Dihujat Netizen

Sikap Prabowo Terkait Kader Gerindra Jadi Tersangka Korupsi Dihujat Netizen.

Personal BLOG | Tentunya anda sudah tahu kabar terkait dengan salah satu Partai Gerindra terkena Operasi Tangkap Tangan [OTT] KPK kemarin.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra tersebut yaitu bernama M Sanusi yang juga merupakan adik dari Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik.

Jabatan dari M Sanusi sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra. Sedangkan jabatan Sanusi sekarang ini yaitu menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI yang membidangi pembangunan.

Sebagaimana diberitakan di banyak media disebutkan jika dari tangan Sanusi, tim KPK menyita duit sebesar Rp 1,140 miliar. Dari duit tersebut sekitar Rp 140 juta disebut sebagai sisa dari pemberian suap yang pertama. Sedangkan, pemberian suap yang pertama dilakukan pada tanggal 28 Maret 2016 sebesar Rp 1 miliar.

Menanggapi salah satu kadernya tertangkap tangan KPK dan sudah remsi ditetapkan sebagai tersangka, maka Prabowo langsung menyatakan sikapnya melalui akun facebook pribadinya.

Berikut ini merupakan bunyi pernyataan sikap Prabowo tersebut,

Assalamualaikum Wr. Wb. Shalom. Om Swastiastu. Namo Buddhaya.

Sejak awal sikap Partai Gerindra sangat jelas. Partai Gerindra menentang dan dengan tegas melarang anggotanya untuk terlibat dalam tindakan apapun yang sifatnya melawan hukum, melanggar Undang-undang dan Konstitusi, apalagi korupsi.

Bila ada anggota Partai Gerindra yang menduduki jabatan eksekutif atau legislatif dan kemudian terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, maka dia harus bertanggung jawab penuh terhadap perbuatan yang dilakukannya.

Kendati demikian, Partai Gerindra memegang prinsip asas praduga tak bersalah dan berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil. Walaupun ada proses hukum yang berjalan, Partai Gerindra juga memiliki mekanisme internal partai untuk menegakkan, menjunjung tinggi aturan, disiplin, kehormatan partai, menjaga kemurnian, cita-cita dan ideologi partai.

Sebenarnya pernyataan Prabowo memang terkesan sangat normatif sekali, karena dianggap disisi lain mungkin ingin menunjukan sikap tegas Prabowo yang sangat memerangi korupsi, namun disisi yang lain belum ada sikap pasti partai terkait dengan nasib dari M Sanusi apakah dipecat atau tidak?

Apalagi dalam pernyataan tersebut sempat muncul pernyataan begini,

“…..Kendati demikian, Partai Gerindra memegang prinsip asas praduga tak bersalah dan berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil.”

Pernyataan ini tentunya memang ada kesan Prabowo tidak ingin langsung gegabah memecat atau memberhentikan M Sanusi dari partai Gerindra melainkan seolah-olah ingin melihat proses hukum yang ada.

Terkait dengan pernyataan Prabowo berikutnya yang kemudian mengatakan,

“….Walaupun ada proses hukum yang berjalan, Partai Gerindra juga memiliki mekanisme internal partai untuk menegakkan, menjunjung tinggi aturan, disiplin, kehormatan partai, menjaga kemurnian, cita-cita dan ideologi partai.”

Pernyataan tersebut dinilai sangat normatif banget dan tidak ada ketegasan sikap apalagi keputusan untuk memecat atau tidak kadernya yang jadi tersangka Korupsi.

Padahal sebagaimana sudah kita tahu bahwa setiap kasus yang ditangani KPK, apalagi khusus yang ditangkap dalam OPERASI TERTANGKAP TANGAN hampir semuanya terbukti memang melakukan korupsi tersebut.

Memang sih kalau bicara secara hukum memang sah-sah saja setiap orang memang harus menghormati asas praduga tak bersalah, tapi bagaimana secara Etika dan Moral?

Nah, dari segi etika dan moral inilah mungkin yang kemudian mengakibatkan para netizen banyak yang ramai-ramai berkomentar negatif dan menghujat sikap Prabowo tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa komentar miring netizen atas sikap pernyataan Prabowo tersebut baik di facebook maupun di berbagai komentar situs berita nasional,

Gabriel Jovi @gabyjovi: 

Basi lah prabowo, 
kl gak ketangkep pasti minta jatah buat partai
kalo ketangkep suruh tabggung jawab sendiri..
Mending yg INDEPENDEN aj dah
bebas gak ada ikatan
Gak perlu setoran.

jangkrik78 @jangkrik78: Kok, Taufik yang sudah jelas narapidana koruptor masih dipelihara? Jangan omdo jenderal, rakyat ragu tegasnya anda dan Gerindra!!!

Sanny Kenzt @suarakami: Pak Prabowo, bukankah kader anda sanusi, sopan dan santun ? Makanya jgn lihat luarnya saja…. santun tapi menusuk rakyat diam2, kata KPK kasus raperda adalah grand corruption yang merampas hak asasi rakyat. Masih mencari figur santunkah ?

Nicolas BatamGRENDA GRENDA DAN PARA HATERS UDAH SEMAKIN MABUK AJA,… BAGAIMANA KAMU MAU BERSIHKAN RUMAHMU MENGGUNAKAN SAPU YANG KOTOR,,,, SI M TAUFIK ( PERNAH DIPENJARA KASUS KORUPSI ), MANUSIA YANG BERMASALAH TAPI TETAP KAMU TAMPUNG HAHAHAHA, JGN BYK BUAL LAH WOWO.

[Masih komentar akun Nicolas Batam] FAKTA: Inilah rekam jejak M.Taufik yang didukung dan dibanggakan Gerindra untuk menggantikan posisi Ahok. Silahkan dinilai sendiri partai macam apa Gerindra ini. Kalau alasannya status mantan terdakwa koruptor itu hanyalah masa lalu, apa jaminannya tidak akan diulang lagi kalau orang dengan karakter korup ini diberi kesempatan lagi? Pak Bowo, orang model begini kader terbaik partai anda untuk DKI Jakarta? Sulit membayangkan kualitas kader Gerindra yang tidak sebaik Muhammad Taufik itu yang bagaimana. Standarisasi terbaiknya di DKI Jakarta ya M.Taufik.

David OngkoAhk!! Gimana sih bapak ini.. Saya dulu sangat mendukung bapak jadi calon presiden.. Kemudian berbalik arah ke jokowi.. Kenapa pak? Kok bisa saya berbalik arah? Ini penting.. Karna saya melihat orang2 yang di belakang bapak itu semuanya koruptor!!! Apa jadinya jika bapak jadi presiden waktu pemilu kemarin? Hancur Indonesia Pak!!! Tolonglah.. Kader2 yang ngak berguna itu tolong di singkirkan macam Mohammad Taufik dan Fadli Zon.. Yakinlah Pak! Gerindra tidak akan bisa seperti Gerindra yang dulu lagi kalau bapak masi berteman dengan bajingan2 seperti itu. Tolong koreksi diri.. Saya berbicara seperti ini karna masi respek dengan bapak!!

Ricky Frans Leonard HutabaratMakanya jangan suka menzolimi pak Ahok, ternyata diri sendiri (gerindra) yg tersandung korupsi. Lebih parah lg kakak adek sangat aktif menyerang pak Ahok ttg korupsi Sumber Waras yg sdh jelas tdk ada bukti. Belajarlah menjadi politisi yg santun dan mengerti hukum. Dengan kejadian ini, Gerindra lebih waspada lg terhadap anggota yg ada dilegislatif. Pilih saja pemimpin yg sudah terbukti kerja, jujur dan memanusiakan rakyat. Salam Indonesia Raya.

Glen Nainggolan Hutabalianitu kata bapak,, tp nyqtanya kadermu yg ada di senayan ga menjalankannya,, selalu aja biang kerok,, tuh liat fadli zong, taufik , dan masih bnyk lagi,, kasi pelajaran tuh akhirnya kadermu trnyata maling teriak maling.

Nyaman @nyamanKalau kader ketangkap kpk, parpol pasti langsung ngomong bwh partai mlarang tegas korupsi.. Tapi kl gk ketahuan ya orak opo2, lanjutkan.. Kalau bisa yg bnyk, dan jgn lupa jatah buat partai.. Begitulah dunia dagelan Parpol.. Msh percaya??

Diluar hujatan netizen diatas masih banyak lagi, namun walaupun begitu tetap saja kok masih yang banyak memberikan dukungan positif kepada pernyataan Prabowo tersebut diatas.

Terkadang saya juga heran, kenapa hampir semua partai memiliki sikap yang sama yang tidak langsung berani pecat kadernya yang jadi tersangka korupsi?

Bukankah walau baru jadi tersangka korupsi sekalipun, toh mereka sudah mencoreng citra buruk partai?

Kalau memang tidak ada “sesuatu” saran saya pecat saja walau masih baru tersangka korupsi. Hal itu justru akan membuat rakyat salut dengan sikap partai tersebut.

Terkait nantinya dalam proses hukum ternyata dinyatakan tidak terbukti bersalah, silahkan juga untuk partai kalau mau merekrut lagi.

Maksud “sesuatu” yang saya maksudkan apakah si tersangka korupsi itu “jangan-jangan” memiliki rahasia partai yang kalau partai sembarangan asal pecat si tersangka korupsi nantinya ditakutkan si tersangka korupsi tersebut akan bongkar rahasia partai tersebut?

Tapi tidak tahulah terserah mereka para politisi mau seperti apa, toh semua sikap mereka akan berimbas kepada partai itu sendiri.

Terkait dengan kasus ini, saya juga bisa menduga rakyat DKI Jakarta bisa-bisa akan kurang mendukung calon-calon Bakal Calon Gubernur DKI yang dicalonkan Gerindra. Walaupun prediksi saya untuk loyalitas partai tetap akan mendukung siapapun calon pilihan partai tersebut.

Tapi yaitu tadi, Semuanya silahkan dikembalikan kepada diri anda masing-masing yang menilai.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kenapa Sih Harus Ada Gelar Sarjana di Undangan Pernikahan Orang Indonesia?

Kenapa Sih Harus Ada Gelar Sarjana di Undangan Pernikahan Orang Indonesia? Personal BLOG | Saat anda …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*