Home ::: Headline ::: Sumpah Pemuda Zaman NOW, Gunakan Medsos untuk Persatuan!

Sumpah Pemuda Zaman NOW, Gunakan Medsos untuk Persatuan!

Sayang sekali memang, djelang Hari Sumpah Pemuda yang selalu dirayakan setiap tanggal 28 Oktober, ternyata dunia anak muda sekarang sungguh sangat memilukan.

Memilukan karena ternyata, permasalahan-permasalahan pemuda yang sudah berkali-kali jadi masalah ternyata belum juga terselesaikan.

Permasalahan-permasalahan tersebut mulai dari kenakalan remaja, sekss bebas di kalangan remaja, hingga saling cela di sosial media, seolah tiada ada ujungnya.

Bicara kenalan anak-anak muda kita terkait sekss bebas bisa kita lihat maraknya kasus video mesumm yang ternyata pelakunya didominasi anak-anak muda, bahkan di kalangan remaja dan pelajar.

Belum lagi soal narkoba, tawuran, hingga sebar kebencian di sosial emdia, ternyata didominasi oleh kalangan remaja dan pemuda Indonesia.

Bahkan mungkin, kalau pemuda-pemuda kita saat ini disuruh merenung sejenak tentang hari sumpah pemuda, mereka akan enggan melakukanya, karena lebih asyik sibuk di sosial media.

Namun setidaknya, sebagai blogger tetap saja saya tidak akan berhenti untuk terus mengingatkan kepada para pemuda-pemuda Indonesia, akan pentingnya Hari Sumpah Pemuda.

Karena menurut saya, dari gerakan Sumpah Pemuda yang diserukan sejak 28 Oktober 1928 yang lalu itulah yang menjadikan kita masih terus tetap kuat dalam naungan NKRI.

Berkat adanya sejarah panjang Sumpah Pemuda itu jugalah yang menyatukan kita dari sabang sampai merauke dalam satu kesatuan, bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu, bahasa Indonesia!

Mungkin karena adanya ikatan sejarah tentang Sumpah Pemuda ini jugalah, walau berkali-kali NKRI hendak dipecah belah, pada akhirnya NKRI tetap kuat dan bersatu hingga saat ini.

Namun demikian, saya juga teramatsangat menyayangkan, kenapa NKRI yang begitu damai, tenang, dan dikenal masyarakatnya yang santun dan beretika, namun kini justru dirusak oleh generasi kita sendiri.

Jika dahulu kita diadu-domba oleh penjajah, namun kini, demi kepentingan politik, kepentingan pribadi dan golongan, mereka begitu tega menyebarkan kebencian dan saling hujat tiada hentinya di sosial media, hingga kehidupan nyata.

Kondisi yang sungguh sepatutnya jadi renungan bersama, kenapa bisa seperti itu?

Sudah begitu busuk dan kotorkan hati kita? hingga sesama saudara sendiri sebangsa setanah air justru saling cela, saling hujat di sosial media.

Saya pikir, sudah saatnya generasi anak muda “Zaman Now” untuk berkontribusi melawan penyebaran kebencian dan pecah belah melalui sosial media.

Caranya, jika ada kawan, teman, saudara, yang sebarkan kebencian, fitnah, dan hoax, di sosial media, yang itu bisa memecah belah kita, tolong diingatkan dan jangan anda sebarkan kebencian tersebut.

Cara yang lain, sibukanlah diri para pemuda-pemuda “Zaman Now” untuk sibuk dalam berbagai kegiatan positif, misalnya kegiatan sosial, organisasi, atau bergabung dengan komunitas-komunitas positif lainya, yang itu bisa memperbaiki diri anda sebagai para pemuda “Zaman NOW”.

Sebagai penutup, saya sedikit mengutip sejarah Sumpah Pemuda dan isinya, yang saya kutipkan dari wikipedia, tujuanya agar pemuda-pemuda “Zaman NOW” juga tahu dan mau mengenang perjuangan-perjuangan anak-anak muda di Zaman dulu”.

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. 

Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”. 

Istilah “Sumpah Pemuda” sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.

Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.

Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

Pertama:

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.    

Kedoea:   

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.  

Ketiga: 

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017!

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

8 Alasan Kuliah Tidak Penting Versi Deddy Corbuzier!

Untuk kesekian kalinya Deddy Corbuzier mengeluarkan pernyataan yang asti akan dianggap kontroversial melalui channelsnya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*