Home ::: Ekonomi ::: Hasil Riset: 61% Orang Indonesia Miliki Ponsel Pintar, Tapi Produktivitas Masih Sangat Rendah
Orang indonesia dalam menggunakan ponsel memiliki waktu 5,5 jam Penggunaan ponsel per hari yang digunakan untuk sosial media, mencari informasi, hingga hiburan yang tentunya kurang produktif. |gambar: mobilemarketingmagazine.com

Hasil Riset: 61% Orang Indonesia Miliki Ponsel Pintar, Tapi Produktivitas Masih Sangat Rendah

Hasil Riset: 61% Orang Indonesia Miliki Ponsel Pintar, Tapi Produktivitas Masih Sangat Rendah.

Personal BLOG | Apakah anda membaca tulisan ini melalui ponsel pintar anda? Jika iya, berarti tidak berlebihan jika sebuah penelitian menyatakan jika orang Indonesia sekitar 61% memiliki smartphone.

Sebanyak 61% masyarakat kota di Indonesia memiliki ponsel pintar dan menggunakannya selama 5,5 jam sehari, menurut riset yang dilakukan Google dan GfK, demikian sebagaimana saya kutip dari BBC Indonesi.

Survei yang dilakukan di lima kota, yaitu Jakarta, Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang dan Surabaya juga menunjukkan bahwa warga kota bisa menggunakan 16 aplikasi atau situs tiap hari.

Indonesia Country Counsultant of Google, Henky Prihatna, mengatakan riset ini menunjukan “semakin pentingnya” ponsel bagi para pebisnis dan penyedia konten untuk menyentuh para konsumen.

Pengguna ponsel biasanya menggunakan 5,5 jam waktu mereka untuk mengakses media sosial, mencari informasi, berbelanja, mencari hiburan, dan berkomunikasi.

“Sayangnya untuk produktivitas masih sangat kecil sekali,” tambah Henky, dalam paparannya Kamis (03/09).

Tidak mengejutkan

Di kota besar, ponsel pintar memang tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Data We Are Social pada Maret 2015 menyatakan dari 255,5 juta penduduk Indonesia, sebanyak 72,7 juta di antara mereka aktif menggunakan internet. Sementara koneksi ponsel mencapai 308 juta.

Maribeth Jenita, 20, mahasiswa di Jakarta mengaku sangat dekat dengan ponselnya.”Saya autis banget sama smartphone. Biasanya chat terus, habis itu main ask fm, buka Instagram, Snapchat, Path, dan browsing-browsing,” katanya kepada BBC Indonesia.

Lainnya, David Moza Saroinsong (19) mengatakan sudah bukan keanehan lagi untuk berjalan sambil menggunakan ponsel di pinggir jalan.

riset tentang smartphone

“Biasanya mendengarkan lagu, YouTube, buka media sosial, chatting. App yang paling sering dibuka sih Path.”

Perilaku belanja

Riset ini juga memperlihatkan bahwa ponsel telah mengubah perilaku belanja warga kota. Pengguna akan mencari dan membandingkan informasi dari mana saja (termasuk dari mesin pencari dan aplikasi ponsel) untuk akhirnya memutuskan melakukan pembelian.

“Ini adalah generasi yang tidak takut pada informasi. Mereka cenderung mencari apa yang tersedia dan kemudian memutuskan,” kata Madeleine Ong, Vice President Marketing Division Elevenia dalam kesempatan yang sama.

Mempelajari kapan dan bagaimana warga kota menggunakan ponselnya merupakan kunci keberhasilan berbisnis di internet dan potensinya sangat besar.

“Walau pertumbuhan ekonomi di Indonesia cenderung melambat, tetapi kami malah mencatat kenaikan,” kata Madeleine.

Di Elevania misalnya, waktu terbaik untuk meluncurkan promosi dan potongan harga adalah pada siang hari (dari pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB) dan malam hari (pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB).

“Cukup mengejutkan karena siang hari adalah waktunya mereka bekerja, dan mungkin mereka tidak akan mengakui kalau mereka buka situs belanja saat jam kerja,” candanya.

Dengan melihat data tersebut, catatan saya sendiri yaitu ingin mengomentari terkait dengan penggunaan smartphone yang kurang produktif. Kondisi ini tentunya masih kurang baik, yang lebih baik tentunya ketika penggunaan smartphone digunakan untuk hal-hal yang produktif yang tentunya juga harus bersifat positif.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kronologi dan Video Amatir Detik-detik Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Kronologi dan Video Amatir Detik-detik Jatuhnya Crane di Masjidil Haram. Personal BLOG | Saya turut berduka …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*