Home ::: Ekonomi ::: Gunung Emas di Papua: Antara Simbol Kekayaan dan Kemiskinan Anak Papua
Kekayaan Gunung Emas di Papua yang sungguh sangat luar biasa diatas yang oleh dunia dikagumi sebagai simbol KEKAYAAN, KEMAKMURAN, dan KESEJAHTERAAN, tapi faktanya hal itu sangat berbanding terbalik dengan nasib anak-anak Papua yang lebih kita kenal MISKIN dan TERPINGGIRKAN, bahkan lebih tepatnya DISINGKIRKAN dan TERABAIKAN :-(

Gunung Emas di Papua: Antara Simbol Kekayaan dan Kemiskinan Anak Papua

Gunung Emas di Papua, Antara Simbol Kekayaan dan Kemiskinan Anak Papua, Serta Bobrok dan Korupnya Mental Pejabat Kita.

Persolan BLOG | Sebelum saya membahas kepada tema sesuai judul, saya ingin mengurainya dari kasus terbongkarnya rekaman yang diduga suara Ketua DPR Setya Novanto, karena nantinya semuanya akan terkait dengan judul diatas.

Dengan munculnya suara rekaman yang diduga suara Ketua DPR Setya Novanto seolah publik geger, gempar, heboh, dan seolah tak percaya dengan apa yang sedang terjadi di negeri ini.

Namun kalau saya sama sekali tidak kaget, tidak heran, apalagi heboh. Kenapa?

Karena menurut saya, kehobahan ini hanya terjadi di pemberitaan dan di sosial media serta pada persepsi saja.

Saya berani menduga dengan sangat yakin jika nanti ujung-ujungnya kasus ini akan lenyap dan selesai dengan damai-damai saja.

Kalaupun sampai ada proses hukum, paling-paling prosesnya akan memakan waktu yang panjaaaaaaaang dan ujung-ujungnya keputusan akhirnya jauh dari harapan rakyat.

Khusus untuk anda yang sampai membuat petisi supaya Novanto DPR Mundur dari jabatanya sebagai Ketua DPR, menurut saya itu juga hanya mimpi di siang bolong karena yakinlah HUKUM di NEGERI INI MEMANG MASIH JAUH DARI APA YANG RAKYAT INGINKAN.

Saya berkata seperti ini bukan karena saya tidak setuju dengan petisi tersebut, justru saya juga ikut mengisi petisi yang memang seharusnya menurut saya Setya Novanto MUNDUR tanpa harus dituntut.

Namun saya berfikir seperti itu bukan tanpa alasan.

Cobalah kita lihat kasus demi kasus di negeri ini yang hampir semuanya saat kita awal mendengar pemberitaan di media, awalnya rakyat heboh dan geger, Tapi begitu kasus tersebut masuk ke pengadilan dengan proses yang muter-muter kesana kemari dan menghebohkan, toh ujung-ujungnya koruptor divonis paling hanya berujung dengan hukuman yang teramatsangat ringan!

Contohnya dahulu saat terbongkarnya kasus rekaman Anggodo dan anggoro yang jelas-jelas rakyat mendengar betapa Anggodo dan Anggoro bersama timnya membuat skenario untuk menghancurkan KPK, tapi apa keputusan akhirnya?

Bayangan saya saat mendengar isi rekaman itu dengan kehebohan yang menggemparkan saat itu, rakyat berharap orang seperti itu dihukum seumur hidup, jika perlu dihukum mati karena dengan terang-terangan ingin menghancurkan hukum di negeri ini.

Tapi apa yang terjadi?

Begitu divonis ternyata Anggodo hanya dihukum beberapa tahun saja, Itupun ternyata kemudian TERBONGKAR di Penjara mereka menikmati fasilitas yang super mewah. Penjaranya begitu empuk, ada Kamar mandi dan toilet yang sangat bersih, berAC, bahkan bisa pegang HP dan Laptop.

LUCUNYA Lagi, mereka sebagai penjahat justru bisa mengunci kamar mereka dari dalam sehingga kalau mau mereka bisa menolak ditemui oleh siapapun. Contohnya seperti yang dilakukan Nazarudin sebagaimana terlihat dalam video diatas.

Kasus lain misalnya kasus sang ratu suap bernma Artalyta Suryani. Awalnya kasus suap menyuap si pengusaha kaya raya ini juga hebohkan rakyat Indonesia.

Namun toh ketika divonis hukumanya sangatlah ringan dan yang menghebohkan lagi ternyata penjaranya mirip hotel berbintang lengkap dengan fasilitas kerja bak di dalam kantor!

Bahkan sekarang Artalyta Suryani sudah bebas dari penjara!

Saya contohkan lagi pada kasus yang lain misalnya kasus Nazarudin.

Pada awalnya kita juga sangat heboh saat itu, apalagi saat Nazaarudin kabur ke luar negeri yang kemudian berani bongkar habis-habisan kasus Anas Urbaningrum, sekarang apa hasilnya?

Hukuman yang diterima Anas Urbaningrum dan yang terlibat juga ujung-ujungnya hanya dihukum hanya beberapa tahun saja. Padahal dengan SOK merasa benarnya Anas, saat itu sempat bilang jika terbukti dirinya menerima suap, dirinya siap DIGANTUNG DIMONAS, tapi itu semua hanya lelucon saja!

Saya ingatkan lagi kasus yang lain, Kasus Gyaus.

Anda dan seluruh rakyat di negeri ini awalnya heboh dan kaget dengan kekayaan seorang pegawai pajak kelas biasa seperti Gayus punya kekayaan hingga ratusan milyar yang kemudian diusut dan akhirnya terbukti jika Gayus menerima suap dari para pengemplang pajak.

Saat itu kita semua heboh, dan akhirnya kita sedikit lega karena akhirnya Gayus dipenjara walau dengan hukuman yang sangat ringat jika dibandingkan dengan kejahatanya.

Belum juga selesai menjalani masa hukuman, kita kembali HEBOH karena munculnya Gayus yang justru bisa nonton pertandingan tenis dan berlibur, padahal saat itu seharusnya Gayus sedang menderita di dalam Sel.

Beberapa waktu lalu, si Gayus akhirnya kembali bikin heboh lagi karena kembali muncul di luar penjara bahkan sedang berasyik ria makan siang ditemani dua perempuan.

Nah, saya pikir dari apa yang saya sebutkan diatas, sudah cukup bisa kita ambil kesimpulan bahwa di NEGERI INI HUKUM MEMANG MASIH TERAMATSANGAT BURUK DAN JAUH DARI HARAPAN RAKYAT!

Kasus yang saya sebut masih terlalu sedikit dari banyaknya kasus penegakan hukum yang teramatsangat TIDAK ADIL dan hanya heboh di pemberitaan dan di sosial media saja, akan tetapi vonis hukum untuk orang-orang elit selalu berakhir mengecewakan rakyat!.

Lantas, Apa hubunganya kebobrokan hukum yang saya sebutkan diatas dengan pernyataan judul diatas?

Kaitanya karena kasus terbongkarnya rekaman yang diduga suara Setya Novanto menunjukan bahwa selama ini wakil rakyat ternyata dalam urusan kekayaan GUNUNG EMAS di PAPUA, mereka terkesan sama sekali tidak pernah memikirkan bagaimana supaya GUNUNG EMAS di PAPUA Bisa dinikmati RAKYAT PAPUA dan umumnya untuk seluruh rakyat Indonesia!

Wakil-wakil rakyat kita ternyata jauh lebih sibuk memikirkan bagaimana supaya mereka bisa mendapatkan bagian dari kekayaan Emas di Papua walaupun Gunung Emas di Papua DIKERUK HABIS-HABISAN OLEH ASING!

Gunung Emas sebesar ini di Papua, ternyata tidak mampu membuat warga Papua menikmatinya dan justru orang Asing yang DIPASTIKAN Mengeruk habis-habisan untuk memperkaya mereka tanpa perlu MENJAJAH PAPUA. :gambar: rmol.co

Kalau boleh saya bahasakan bahasa jalanan, Seolah-olah mungkin mereka wakil rakyat akan berkata begini,

“…Biarin deh, kekayaan alam di Indonesia mau dikuasai asing atau siapa saja tidak penting dan tidak maslaah, yang penting saya sebagai wakil rakyat dan pejabat harus dikasih jatah, titik!”

Nah, seperti itulah yang sangat kita takutkan bukan?

Walaupun seringkali saya berharap hal itu jangan pernah terjadi, namun dengan berat hati juga harus kita akui bahwa harapan yang baik itu tidak sesuai dengan FAKTA yang kita lihat sekarang ini 🙁

Gunung Emas di Papua mampu membuat Asing Kaya Raya, Tapi Lucu dan Mirisnya, Gunung Emas di papua ini tak mampu dinikmati oleh Rakyat Papua apalagi seluruh Rakyat Indonesia :-( :gambar: bp.blogspot.com

Kekayaan Gunung Emas di Papua yang sungguh sangat luar biasa diatas yang oleh dunia dikagumi sebagai simbol KEKAYAAN, KEMAKMURAN, dan KESEJAHTERAAN, tapi faktanya hal itu sangat berbanding terbalik dengan nasib anak-anak Papua yang lebih kita kenal MISKIN dan TERPINGGIRKAN, bahkan lebih tepatnya DISINGKIRKAN dan TERABAIKAN 🙁

Semoga saja walau saya sangat pesimis sebagaimana saya sampaikan diatas, namun saya tetap berharap masih ada harapan supaya para penegak hukum di negeri ini membuat keputusan hukum yang seadil-adilnya dan setegas-tegasnya sesuai dengan harapan rakyat.

Semoga!

Referensi Bacaan:

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

10 Pelajaran Hidup yang Tidak Akan Kamu Dapatkan di Bangku Kuliah

10 Pelajaran Hidup yang Tidak Akan Kamu Dapatkan di Bangku Kuliah. Personal BLOG | Bisa menikmati …

2 comments

  1. Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

  2. gemes ngelihat dipersidangan terkait SN ini, yang mengadu koq diperlakukakn seperti orang bersalah… .sedih… seharusnya kita mencontoh china, dulu negara ini terkenal dg korupsinya… dan saat itu pemerintah menyediakan 100 peti mati buat para pejabatnya yang terlibat korupsi. Jargon diatas bukan hanya dibibirkan saja.. dan hasilnya bisa dilihat sekarang bagaimana china saat ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*