Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah
Lu Xiaoying mengajarkan kepada kita bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak berbuat baik kepada orang lain. Dalam kondisi apapun, berbuat baik terhadap sesama adalah sesuatu yang sangat mulya.

Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah

Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah.

Personal BLLOG | Seringkali kita selalu memiliki keinginan untuk bisa membantu orang lain saat kita sudah kaya nanti. Padahal sebagai manusia, berbuat baik atau menolong orang lain tidak harus menunggu sampai kaya dahulu.

Menolong dan membantu sesama bisa kita lakukan dari yang kita mampu dan kita bisa. Salah satu sosok yang sudah melakukan kebaikan untuk membantu sesama walau dalam keadaan miskin sekalipun yaitu Kisah dari Lu Xiaoying.

Walau hidup dalam kondisi serba kekurangan ternyata tak menghalangi seorang wanita bernama Lu Xiaoying untuk menjadi manusia berhati malaikat.

Wanita tua berusia 88 tahun ini, sehari-harinya bekerja sebagai pemulung dan tinggal seorang diri karena suaminya telah meninggal dunia.

Aksi kepahlawanan Xiaoying menjadi buah bibir di China setelah ia berhasil menyelamatkan dan membesarkan 30 bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah.

Selama bertahun-tahun jadi pemulung, Xiaoying seringkali menemukan bayi yang dibuang di tempat sampah.

Meski ia sendiri hidup susah, namun tetap tak tega jika harus membiarkan bayi tersebut dibuang oleh orangtuanya.

Sejak tahun 1970-an, sudah sekitar 30 bayi yang diambil dan diselamatkan xioying dari tempat sampah. Wanita tua itu tentu membesarkan bayi-bayi yang ditemukannya seorang diri.

Setelah sebagian anak angkatnya beranjak dewasa. xiaoying kemudian mencari keluarga asuh. Xiaoying sadar karena dirinya tak sanggup menyekolahka dan merawat semua anaknya hingga dewasa.

Kini, xiaoying terbaring sakit dan menderita gagal ginjal. Namun kondisi tersebut tetap tak menghalanginya untuk merawat anak angkat bungsunya yan ditemukan sekitar enam tahun lalu di tempat pembuangan sampah.

Setelah membaca kisah diatas, ada pesan moral penting bahwa untuk membantu orang lain tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu. Jika kita memang hanya punya uang sepuluh ribu rupiah, apa salahnya jika kita hanya bisa membantu [beramal] seribu perak, begitu juga seterusnya.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Jack Ma, Orang Terkaya di China, Hidup Sederhana, dan Sangat Peduli Terhadap Sesama!

Jack Ma, Orang Terkaya di China, Hidup Sederhana, dan Sangat Peduli Terhadap Sesama! Personal BLOG …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*