Home ::: Headline ::: Kisah Mengharukan Pidato Bill Gates saat di Harvard University
Jika anda lahir miskin, itu bukan salah anda, tapi jika anda meninggal dalam keadaan miskin, itu baru salah anda. |Bill Gates

Kisah Mengharukan Pidato Bill Gates saat di Harvard University

Kisah Mengharukan Pidato Bill Gates saat di Harvard University.

Personal BLOG | Anda tentunya harus tau dan mengingat terus pernyataan Bill Gates yang paling populer yaitu,

If You’re born poor, it’s not your mistake. But, if you die poor, its your mistake.

Dari ungkapan Bill Gates tersebut diatas jika diterjemahkan sederhananya begini,

Jika Anda lahir dalam kondisi miskin, itu bukan kesalahan Anda. Tapi, jika Anda mati dalam kondisi  miskin, Itu Baru Kesalahan Anda.

Sekarang ini Bill Gates telah kembali menjadi orang terkaya di dunia setelah sebelumnya posisi orang terkaya diambil alih oleh pengusaha dari Mexico bernama Carlos Slims.

Dari kisah sukses Bill Gates yang dikenal sebagai seorang Mahasiswa Drop Out (D.O) tersukses di dunia, ada beberapa kisah yang sangat mengharukan ketika mendengarkan kisah hidup dari orang yang dikenal sangat dermawan ini.

Kisah yang sangat mengharukan tersebut yaitu ketika Bill Gates berpidato di tempat kampus kuliah dia dulu yaitu di Harvard University.

Sebagaimana kita banyak tahu tentang Bill Gates, bahwa Bill Gates memutuskan drop out dari Universitas Harvard demi mengembangkan Microsoft yang akhirnya berjaya sebagai produsen software terbesar di dunia.

Nah, 30 tahun sesudah memutuskan drop out dari salah satu universitas paling bergengsi di dunia itu, Bill Gates akhirnya mendapat gelar kehormatan dari Harvard di tahun 2007.

Ketika itu, ia berpidato di depan para lulusan dan akademisi Harvard. Pidatonya berisi dan sarat inspirasi, termasuk saat-saat di mana dia memilih untuk tidak melanjutkan kuliah lagi. Tidak ada salahnya sedikit menyimaknya kembali.

“Aku berterima kasih kepada Harvard untuk kehormatan ini dan menyenangkan akhirnya punya gelar sarjana,” kata Bill Gates dalam pidatonya di Universitas Harvard pada tahun 2007 itu.

“Aku sudah menunggu lebih dari 30 tahun untuk mengatakan ini, ayah, aku selalu bilang kepadamu bahwa aku akan kembali (ke Harvard) dan mendapatkan gelar,” katanya dengan nada bercanda sebagaimana saya kutip dari detikInet (3/3/14).

“Aku salut kepada para lulusan hari ini. Aku sendiri sudah merasa senang disebut drop out Harvard yang paling sukses. Aku melakukan yang terbaik dari setiap orang yang gagal,”

“Tapi aku juga menyeret Steve Ballmer (mantan CEO Microsoft-red) untuk drop out. Aku punya pengaruh buruk. Itulah sebabnya aku hanya diundang untuk bicara pada acara kelulusan ini. Jika aku bicara lebih awal, mungkin yang lulus akan lebih sedikit,” candanya yang disambut tawa mahasiswa Harvard.

“Harvard adalah pengalaman yang fenomenal bagiku. Kehidupan akademisnya sangat menarik. Aku sering mendatangi banyak kelas yang sebenarnya aku tidak mendaftar sebagai peserta kuliah,”

“Dan kehidupan di asrama juga luar biasa. Aku tinggal di Radcliffe, di Courier House. Selalu ada banyak orang di asramaku pada larut malam dan mendiskusikan banyak hal, karena semua orang tahu aku tidak peduli kapan harus bangun di pagi hari,”

“Itulah bagaimana aku menjadi pemimpin semacam grup anti sosial. Kami akrab satu sama lain,” kata Gates.

“Salah satu memori yang paling kukenang adalah di Januari 1975 ketika aku menelepon dari asrama ke sebuah perusahaan di Alburquerque yang sedang mulai membuat komputer personal pertama di dunia. Aku ingin menjual software pada mereka,” lanjut Gates.

“Aku cemas mereka akan menyadari aku hanya seorang mahasiswa di asrama dan menolakku. Namun mereka malah mengatakan bahwa mereka belum siap dan ingin didatangi sebulan lagi, itu adalah hal yang bagus karena kami juga belum membuat softwarenya,”

“Dari saat itulah, aku bekerja siang dan malam di proyek ini yang menandai akhir pendidikanku di kampus dan permulaan perjalanan luar biasa dengan Microsoft,” papar Gates.

“Apa yang paling kuingat tentang Harvard adalah aku berada di tengah-tengah energi dan intelejensi yang sangat besar. Hal itu bisa menggembirakan, mengintimidasi, bahkan kadang melemahkan semangat, namun selalu menantang,”.

“Semua itu adalah keistimewaan dan meskipun aku pergi lebih cepat, aku ditransformasi selama di Harvard, dengan persahabatan yang kulakukan dan ide yang kukerjakan,”

“Namun ketika aku melihat masa lalu, aku punya penyesalan terbesar. Aku meninggalkan Harvard tanpa kesadaran nyata tentang ketidakadilan di dunia, kesenjangan mengerikan dalam kesehatan, dan kekayaan dan kesempatan yang membuat jutaan orang hidup dalam penderitaan,” kata dia.

“Aku meninggalkan kampus ini dengan sedikit pengetahuan tentang jutaan anak yang dicurangi soal pendidikannya di negara ini. Dan aku hanya tahu sedikit tentang jutaan orang yang hidup dalam kemiskinan dan penyakit di negara negara sana,”

Pidato yang sangat panjang itu ditutup dengan harapan Bill Gates agar para mahasiswa tidak hanya peduli pada karier profesionalnya, tetapi juga pada masalah masalah kemanusiaan. Terlebih sekarang dalam era internet, sangat mudah menemukan informasi mengenai kemiskinan atau orang orang yang perlu dibantu.

“Saat kalian meninggalkan Harvard, kalian punya teknologi yang teman-teman kuliahku tidak pernah memilikinya. Kalian punya kesadaran mengenai ketidadilan global. Kalian memiliki lebih banyak dari kami, kalian harus segera memulai,”

“Dan aku harap kalian akan kembali ke Harvard ini 30 tahun dari sekarang dan berefleksi apa yang sudah kalian lakukan dengan bakat dan energimu. Aku berharap kalian tidak hanya menilai diri sendiri dari pencapaian profesional namun juga seberapa baik kalian mempedulikan ketidakadilan dunia yang terdalam, pada sebaik apa kalian memperlakukan orang-orang yang jauh di sana yang sama sama manusia. Semoga beruntung,” pungkas Gates.

Dari kisah Bill Gates tersebut diatas, tentunya kita bisa belajar banyak hal diantaranya tentang semangat Bill Gates yang walaupun dirinya harus Drop Out dari Harvard University, tapi Bill Gates membuktikan bahwa dirinya bisa sukses.

Yang lebih luar biasa lagi, kesuksesan Bill Gates tersebut tidak hanya dinikmati oleh dirinya sendiri melainkan bisa dinikmati oleh seluruh umat manusia di bumi ini.

Saat ini Bill Gates dikenal tidak hanya sukses dengan kekayaanya, akan tetapi Bill Gates juga dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan. Kekayaanya tidak hanya ia nikmati sendiri tapi juga diberikan melalui kegiatan amal di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Pada Bulan April 2014 nanti Bill Gates juga dijadwalkan akan datang ke Indonesia.

Semoga kita bisa belajar banyak hal dari kisah Bill Gates tersebut diatas…

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Jika Ingin Membangun Revolusi Mental, Semua Website Pemerintah Harusnya GRATIS!

Jika Memang Ingin Sungguh-sungguh Membangun Revolusi Mental, Semua Website Milik Pemerintah Harusnya GRATIS! Personal BLOG …

3 comments

  1. Sangat menginspirasi saya…
    Teruslah belajar dan belajar…
    Maka kau akn seperti Bill gates…

  2. woww kata2 “jika anda terlahir miskin itu bukan sebuah kesalahan,namun kalau menninggal dalam keadan miskin itu adalah sebuah kesalahan” itu juga yg di katakan oleh beliau ayah dari bpk jokowi

  3. sangat inspiratif memang…kalo kita mati dalam keadaan miskin itu baru kesalahan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*