Home ::: Headline ::: Memprediksi Tren Teknologi Masa Depan

Memprediksi Tren Teknologi Masa Depan

Personal BLOG | Dahulu pada zaman orang masih berkuda, ketika saat itu ada orang berkhayal jika suatu saat akan datang sebuah masa dimana orang untuk bisa berbicara dengan orang yang jaraknya sangat jauh tidak harus bertemu, pastinya orang yang berkhayal seperti itu dianggap gila.

Tapi hari ini khayalan tersebut NYATA adanya.

Gambaran tersebut membuktikan jika Teknologi terus berkembang dari masa ke masa.

Seiring pergantian tahun, selalu ada tren teknologi baru yang akan mengubah gaya hidup masyarakat dalam hal digital lifestyle di Indonesia.

Menyongsong 2014 yang tak lama lagi kita arungi, ada baiknya kita flashback sejenak dan kemudian ikut menerawang, apa saja tren teknologi yang akan mampir di Indonesia di tahun mendatang.

Berikut ini saya ingin berbagi sajian dari detikInet yang menyajikan beberapa penarawangan tren teknologi masa depan yang dikompilasikan oleh Teguh Prasetya, salah satu praktisi senior yang cukup lama berkecimpung di industri telekomunikasi Indonesia.

1. Indonesia 2013

Sebelum membaca prakiraan teknologi apa saja yang ngetren di masa depan, ada baiknya kita simak terlebih dahulu kondisi Indonesia dalam bentuk statistik setahun terakhir.

  • Populasi penduduk di Indonesia: 240 juta
  • Jumlah rumah tangga: 60 Juta
  • GDP per kapita: USD 3.000
  • Populasi di daerah perkotaan (urban): 55%
  • Jumlah pengguna seluler: 300 juta (penetrasi = 125%)
  • Jumlah PC: 9 juta
  • Jumlah pengguna internet: 80 juta (90% dari perangkat mobile)
  • Jumlah pelanggan broadband internet: 23 juta (30% dari mobile internet user)
  • Pertumbuhan ekonomi: 5,4% per tahun.

2. Mobile Data

Pesatnya pertumbuhan pengguna seluler dan tren smartphone juga sangat berpengaruh terhadap konsumsi internet lewat akses mobile data.

Mobile data sendiri diproyeksi akan tumbuh 66% per tahun hingga tahun 2017, dan Asia Pasifik termasuk Indonesia mengkontribusi 47% (~ 1.5 exabytes per bulan di tahun 2014).

Selain lewat smartphone, pertumbuhan mobile data juga didorong tingginya penggunaan tablet PC di Tanah Air.

Tablet sendiri diperkirakan mengkonsumsi 11,7% dari keseluruhan trafik data (~ 400 terabytes di tahun 2014).

Jika penjualan smartphone tumbuh 55% tahun ini, tablet juga tak kalah pesat penjualannya.

Bahkan tablet diproyeksi tumbuh 46% per tahun hingga 2017 dengan jumlah di tahun 2014 sekitar 207 juta perangkat.

3. Kondisi Koneksi Jaringan

Internet di smartphone atau tablet lelet karena masih sering dapat koneksi 2G?

Tenang, jaringan 3G akan digunakan melebihi 2G di tahun 2016 seiring ekspansi jaringan operator. Di tahun itu pun rasanya 4G dengan teknologi LTE juga sudah mulai banyak beroperasi di Indonesia.

Nah, jika tadinya tablet dan smartphone cuma diposisikan sebagai suplemen PC dalam urusan pekerjaan, namun kondisinya akan berubah.

Jumlah mobile OS akan menyamai jumlah PC OS di tahun 2014. Tablet Android di 2014 juga akan mengalami pertumbuhan 45%.

4. Tren Penggunaan

Lalu, kira-kira apa saja tren penggunaan teknologi di 2014 nanti? Ini dia jawabannya:

Profesional : Konten Korporat data, Layanan korporasi & Komunikasi LAN, VOIP, Broadband, VI-Con & Wifi
Personal : Konten Musik-Foto-Video-Finansial, Layanan personal banking, Komunikasi Voice-Broadband, Wifi
Komunitas : Konten olahraga-berita-informasi, Layanan social media-belanja online-edukasi, Komunikasi Email-SMS-RSS-Blog
Keluarga : Konten TV-Video-Kalendar-Foto, Layanan keuangan-kesehatan-keamanan rumah, Komunikasi Instant Messaging-Email-Voice

Dengan kondisi saat ini, khususnya mulai 2014 nanti, internet bukan lagi ‘sesuatu’, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

“Bahkan, internet lah yang akan menyatukan semua langkah dan kegiatan kita,” seperti dijelaskan Teguh kepada detikINET, Kamis (19/12/2013).

Namun, ketika kita berbicara soal posisi strategis Indonesia — dalam urusan teknologi — Tanah Air masih di bawah negara-negara lain. Indonesia hanya masuk rangking ke-5 di ASEAN.

5. Mobile Cloud, Password & Wearable Gadget

Tak cuma jadi media penyimpanan, cloud juga mulai dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas online lainnya.

Mobile cloud dan pertumbuhan tablet serta smartphone akan mentransformasikan kegiatan perkotaan dalam bentuk kegiatan online, seperti berikut:
-. Belanja
-. Permainan
-. Restoran
-. Info lalu lintas
-. Komunikasi sosial
-. Monitoring anak

Tren yang akan mulai marak juga menyoal kata sandi atau kata kunci. Jika biasanya kita pakai password konvensional seperti kombinasi angka, huruf, atau bahkan pattern lock, nanti yang kita gunakan sebagai password bukan cuma itu.

Password di masa mendatang akan menggunakan bagian dari biometrik tubuh,  seperti:
-. Identifikasi jari
-. Identifikasi wajah
-. Identifikasi retina mata

Sementara penggunaan perangkat wearable untuk kegunaan tracking aktivitas sehari-hari: olahraga, kesehatan & komunikasi juga makin marak. Contoh yang sudah pernah kita lihat mungkin seperti Nike Fuelband.

Di masa depan, perangkat seperti ini bisa jadi makin banyak. Selain dalam bentuk gelang, mungkin juga bisa datang dalam bentuk kalung, cincin, kacamata, wig, atau bahkan bra.

6. Internet Bukan Barang Langka

Ya, kita mungkin semakin tidak bisa lepas dari internet. Karena diharapkan, internet akan ada di mana saja alias @everywhere dengan kualitas broadband.

Koneksi internet broadband akan ada di sini dan di situ, misalnya di tempat-tempat seperti ini:
-. Rumah
-. Kantor
-. Sekolah
-. Jalan raya
-. Kereta
-. Bis
-. Mal
-. Cafe
-. Restoran
-. Tempat parkir
-. Pantai
-. Hotel

Isu digital divide alias kesenjangan digital mungkin sudah basi. Dengan kehadiran smartphone dan tablet yang harganya makin terjangkau, akan makin memudahkan orang untuk akses internet.

Apalagi seperti disebutkan sebelumnya, internet akan ada di mana-mana. Jadi jangan heran kalau besok-besok lihat orang sibuk internetan di sembarang tempat.

7. Privasi

Dengan makin banyak orang eksis di internet, yang jadi permasalahan berikutnya tentu saja masalah privasi.

Kata Teguh, privasi dari informasi data pribadi di dunia maya akan meningkat proteksi maupun resikonya.

Sementara makin mudahnya koneksi internet broadband diiringi pilihan gadget yang beragam dan murah, membuat kebiasaan berbagi foto terlihat usang.

Di masa depan, video yang akan semakin banyak dan semakin sering di-share melalui komunitas dan media sosial.

Dengan makin seringnya orang berinteraksi di internet, mulai dari social media, browsing, buka YouTube, dan lain sebagainya yang memakan bandwidth tinggi, pengguna tentu akan mengalami experience yang berbeda.

Mereka akan sering-sering mengecek situs semacam speedtest.net karena penasaran, berapa sih koneksi upload/download yang mereka terima.

Ke depan, orang akan lebih concern dengan transparansi penggunaan konsumsi data dan transparansi kecepatan akses datanya di tablet dan smartphone.

8. Sensor

Di masa depan, sensor juga akan jadi hal yang biasa kita temui. Begitu masuk rumah sakit, saat menggunakan sarana transportasi publik, begitu masuk pintu kantor, masuk mal, masuk supermarket, masuk mobil, dan sebagainya.

Sensor juga akan menjadi bagian dari penggunaan internet dan perangkat mobile kita sehari-hari. Mungkin dari situ, data-data kita akan langsung terdeteksi.

TV streaming dan Video on Demand katanya juga akan semakin dibutuhkan, baik untuk kegiatan di luar rumah, cafe, restoran, mobil, kantor maupun sekolah. Bahkan saat kita sedang di rumah orang lain.

Contoh kegiatan semacam ini pernah dijelaskan oleh Ericsson sebelumnya. Saat kita lagi asyik nonton TV di rumah, tapi belum selesai tontonan kita karena harus berangkat kerja.

Tontonan yang tadi terputus itu bisa kita lanjutkan lewat smartphone atau tablet selama perjalanan. Begitu tiba di kantor, bisa kita sambung lagi di komputer desktop kantor.

Dengan kondisi semacam ini, Teguh pun menyimpulkan. Semakin masif penggunaan internet, semakin mudah pula kita dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. Baik personal, profesional, komunitas, maupun keluarga.

Tapi, ia mengingatkan, kemudahan ini juga menuntut kehati-hatian kita terhadap proteksi semua data pribadi kita. Bagaimana dengan Anda?

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Krisis Rohingya: Solusinya Tak Hanya Mengecam dan debat di SosialMedia

Saya turut berduka atas tragedi yang terjadi di Rohingnya, Myanmar. Namun saya juga jauh lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*