Home ::: Ekonomi ::: Tragis! Orang Kaya Raya Ini Bangkrut dan Tidur di Pinggir Jalan
Inilah William Preston King yang dijuluki Wolf of Wall Street , karena mampu mengeruk kekayaan dalam bisnis saham kini ditemukan tidur denga alas kotak pizza di jalanan kota New York.

Tragis! Orang Kaya Raya Ini Bangkrut dan Tidur di Pinggir Jalan

Tragis! Orang Kaya Raya Ini Bangkrut dan Tidur di Pinggir Jalan.

Personal BLOG | Tragis memang, orang yang sudah merasakan jadi orang kaya raya tapi harus bangkrut karena kesalahanya sendiri. Kisah inilah yang saat ini tengah dialami oleh mantan konsultan ternama di Wall Street kini justru harus tidur di pinggir jalan.

William “Preston” King yang dijuluki “Wolf of Wall Street”, karena mampu mengeruk kekayaan dalam bisnis saham kini ditemukan tidur dengan alas kotak pizza di jalanan kota New York.

Dikutip daari TribunNews yang dilansir The Australian.com.au, Rabu (12/8/2015), William “Preston” King dipekerjakan oleh lembaga saham seperti Wall Street institutions as Merrill Lynch dan Oppenheimer & Co.

Ini dikarenakan kemampuan analisanya dalam bermain saham yang membuatnya sempat tercatat sebagai orang terkaya.

Sayangnya, kesuksesan dan kekayaan yang ia dapatkan malah membuatnya terlena dan semua jerih payahnya dihabiskan hanya untuk kesenangan dunia semata.

Ia diketahui sebagai seorang pecandu kokain dan alkohol sejak tahun 1980.

Hal tersebut membuat kekayaannya terkikis hingga akhirnya ia dikabarkan bangkrut dan hidup menggelandang.

Pria berusia 52 tahun ini dibesarkan di long Island, Amerika Serikat, ia memiliki segudang prestasi di bidang saham.

Meskipun ia tak mampu menyelesaikan pendidikannya di universitas karena biaya.

“Ia adalah orang yang sangat cerdas, apa yang ia rencanakan pasti akan terwujud.

Dan ia adalah seorang pekerja keras,”ungkap Kristine saudara perempuan William.

Setelah mengalami kejatuhan di Wall Street, ia menikah dengan seorang janda dan pindah ke Florida.

Tapi kembali ke New York ketika ia mengalami depresi.

Momen William tidur di jalanan dengan cepat tersebar ke sejumlah media internasional.

Sejumlah orang yang tahu tentang William turut sedih melihat kondisi William.

Sementara itu, ibu kandung William membenarkan bahwa foto yang tersebar itu adalah putranya.

Ia juga mengaku mempunyai konflik berkepanjangan dengan putranya itu.

“Aku memutuskan hubungan dengannya karena ia mencuri uangku dan menyuruhnya untuk menulis permintaan maaf ketika ia datang meminta maaf, setelah itu ia pergi,”ujarnya.

Beberapa waktu lalu, dia terlihat membagi-bagikan selebaran di Greenwich Village, berharap untuk menemukan saudaranya.

Dari cerita nyata ini setidaknya kita bisa jadikan pelajaran bahwa ternyata seringkali kekayaan itu bukan menjadi nikmat tapi justru jadi ancaman dan ujian terberat yang belum tentu semua orang mampu menggunakan kekayaan mereka untuk hal yang baik. Kisah William diatas menjadi contoh betapa kekayaan telah membuat dirinya terjebak pada kehidupan yang salah.

Apa komentar anda usai baca tulisan diatas?

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Krisis Rohingya: Solusinya Tak Hanya Mengecam dan debat di SosialMedia

Saya turut berduka atas tragedi yang terjadi di Rohingnya, Myanmar. Namun saya juga jauh lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*